Pemberdayaan tenaga fungsional di lingkungan Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI
JUARNENGSIH, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, MSc.,PhD
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Adanya desentralisasi di bidang kesehatan, membawa implikasi organisasi Departemen Kesehatan mengalami perubahan peran dari sentralisasi menjadi desentralisasi. Perubahan peran Departemen Kesehatan RI menuntut penyesuaian sumber daya manusia, diantaranya eksistensi sumber daya manusia struktural menjadi sumber daya manusia fungsional. Hal ini sebagai konsekuensi adanya Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan pemberdayaan tenaga Fungsional Administrator Kesehatan. Untuk Mengindentifikasi dan menganalisis hubungan aspek individu, aspek administrasi dan aspek karakteristik pekerjaan dalam merespon peran baru Direktorat Jenderal Pelayanan Medik di era desentralisasi. Metode: Penelitian ini merupakan kajian studi kasus dengan menggunakan metode analisis deskriptip dan metode kualitatif, subyek penelitian seluruh tenaga fungsional administrator kesehatan sebanyak 57 responden. Kuesioner dipergunakan sebagai alat ukur dilanjutkan dengan wawancara terhadap pejabat struktural. Pengolahan data menggunakan tabel dan prosentase. Hasil: Kebijakan Departemen Kesehatan RI terhadap tenaga fungsional administrator kesehatan belum dilaksanakan sepenuhnya, terlihat dari belum operasionalnya peraturan yang telah ada, Job description belum jelas dan belum dibuat, belum adanya Tim penilai angka kredit dan tunjangan jabatan yang belum terealisasi. Kesimpulan: Pemberdayaan tenaga fungsional administrator kesehatan sulit dilaksanakan oleh karena dari aspek Individu, aspek administrasi dan aspek karakteristik pekerjaan, tidak ada yang mendukung. Saran: Pihak Departemen segera mensosialisasikan peraturan, dan mengimplementasikan serta memperbaiki kebijakan sesuai kebutuhan dengan adanya jabatan fungsional administrator kesehatan baik untuk tingkat pusat maupun daerah di era desentralisasi.
Background: Decentralization in health, brings about implication to the organization of Ministry of Health which changed role its from sentralization to decentralization. The changes demand the adaptation in human resources. It is as the consequences of the existence of funtional Medical Administrator Management Officials. The research purpose to the empowerment possibility of functional medical administrators of individual aspect, administrative aspect and job description aspect, in responding to the new role of Directorate General of Medical Service in the decentralization era. Methods: This research the case study using descriptive-analytical and qualitative method, 57 respondents of functional medical administrators as the research object. Questionnaires were used as indicators continued with in-depth interviews to structural officials. The data are processed by using tables and percentages. Result: The policy of Ministry of Health on fuctional medical Administrator was Officials hade not been implemented all. It could be seen from the operasionalization of the regulation, job description have not been clear and made, credit score appraisal team and positional allowence which have not been realized. Conclusion: The empowerment of Functional medical administrators was difficult to implement because there us no support from the individual aspect on age, administration aspect, and job characteristic aspect. Suggestion: The Departement would to socialize regulation immediately and implement, and revise policy based on the needs with the existence of functional medical administrator officials for the central level as well as province level in the era of decentralization.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Sumberdaya Manusia,Pemberdayaan Tenaga Fungsional, Empowerment, Legalitas, Allowence, Job Description