Laporkan Masalah

Analisis demands dan strategi pengembangan penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi Badan Rumahsakit Umum Tabanan Bali untuk melayani Catering Diet Khusus

RIANI, Ni Nengah, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kompetisi rumah sakit semakin global dan tajam membuat instalasi gizi juga perlu meningkatkan daya saingnya dalam memberikan pelayanan makanan yang prima sesuai dengan segmen yang dilayani. Dalam upaya menjamin pengawasan kualitas, keamanan dan ketepatan pemberian diet, instalasi gizi mempunyai peluang untuk mengembangkan catering diet khusus. Tujuan : Menyusun strategi pengembangan penyelenggaraan pelayanan makanan di Instalasi Gizi BRSU Tabanan untuk melayani diet khusus bagi masyarakat yang sedang menjalani diet. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik, kuantitatif dan kualitatif . Subyek penelitian stake holder di Rumah sakit untuk analisis SWOT dan semua pasien yang menjalani diet khusus di BRSU Tabanan untuk analisis demand. Analisis data secara kualitatif. Hasil : Analisis faktor internal skor tertinggi terhadap kualifikasi dan kompetensi tenaga yang memadai, terhadap kelemahan yaitu gedung dan sirkulasi kerja yang tidak memadai. Analisis faktor eksternal skor tertinggi terhadap instalasi gizi memiliki pasar sasaran, terhadap ancaman usaha catering umum banyak di Tabanan. Hasil pemetaan jumlah pasien yang menjalani diet di BRSU Tabanan paling tinggi di kecamatan Tabanan (26,59 %). Pasien yang menjalani diet khusus di BRSU Tabanan sebagian besar (65,19%) membutuhkan konsultasi gizi, sebagian besar 35,5 % membutuhkan catering diet dan sebagian besar (88,15 %) setuju instalasi gizi mengembangkan catering diet dengan pendapat agar berguna untuk masyarakat yang membutuhkan diet. Keinginanan pasien untuk mendapatkan catering diet khusus sebesar 62,22 % (84 orang) dan sebesar 37,04 % (50 orang) ingin mendapatkan catering diet khusus setelah di Rumah. Kesimpulan dan Saran : Pasar sasaran catering diet khusus terletak di wilayah yang mudah diakses dan dekat dengan rumah sakit. Demand pasien terhadap catering diet khusus dipengaruhi oleh jarak tempat tinggal dengan rumah sakit. Peramalan demand diperediksi 3 tahun kedepan menunjukkan kecendrungan meningkat dan strategi pengembangan yang ditetapkan adalah pengembangan pendukung, pelayanan, sarana dan prasarana dan pengembangan pasar (market development). Kepada stake holder dan manajemen diharapkan meningkatkan dukungannya kepada unit bisnis instalasi gizi BRSU Tabanan dan meningkatkan mutu pelayanan gizi.

Background: Global and tight hospital competition has made nutrition installation increase its competitiveness in providing excellent food service according to the segment it serves. In efforts to ensure quality control, safety and accuracy in giving the diet, nutrition installation has an opportunity to develop special diet catering. Objectives: The purpose of the study was to develop food service provision strategy at nutrition installation of Tabanan Hospital to serve special diet for the community on diet. Methods: This was a descriptive analytic, quantitative and qualitative research. Subject of the study were hospital stakeholders (SWOT analysis) and all patients on special diet (demand analysis) at Tabanan Hospital. Data were qualitatively analyzed. Results: Based on internal factor analysis, the highest score (strength) was qualified and competent staff, whereas weaknesses were building and work circulation which were not representative. External factor analysis indicated that nutrition installation had the target market (opportunity), but there were competitors from other caterings in Tabanan (threats). Result of mapping on number of patients who were on diet in Tabanan Hospital showed that the biggest number came from Tabanan Subdistrict (26.59%). Patients on special diet mostly needed nutrition consultation (65.19%) and diet catering (35.5%), and agreed with the development of diet catering by nutrition installation (88.15%) in order to meet the need of community on diet. There were 84 patients (62.27%) who needed special diet catering and 50 patients (37.04) who needed special diet catering at home. Conclusion and suggestion: Target market of special diet catering was situated at the area which was accessible and close to hospital. Patients' demand on special diet catering was affected by distance from their home to hospital. Demand was predicted to increase in the following 3 years and strategies of development consisted of support, services, facilities and market. Stakeholders and the management were expected to intensify their support to nutrition installation of Tabanan Hospital to improve nutrition service quality.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit, Instalasi Gizi,Pelayanan, Strategi Pengembangan, SWOT, demand, strategy.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.