Penerapan prosedur tetap perawatan pembedahan oleh perawat di kamar bedah RSUD Koja
FARIA, Renyta, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan juga didukung oleh kinerja perawat di ruang Instalasi Bedah Sentral sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit. Dalam memuaskan pasien tentunya bagian instalasi bedah sentral harus memperhatikan kinerja perawatnya karena perawat berhubungan langsung dengan pelayanan kepada pasien. Kinerja yang baik dari seorang perawat tentunya akan meningkatkan mutu dari rumah sakit sendiri. Penilaian terhadap kinerja perawat perlu dilakukan karena penting bagi manajemen memantau kinerja perawatnya khususnya dibagian ini karena memiliki resiko yang lebih tinggi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja perawat instalasi bedah sentral dalam menerapkan standar Depkes dan untuk mengetahui bagaimana implementasi sepuluh protap yang menjadi indikator kinerja perawat di instalasi bedah sentral RSUD Koja. Metode:Analisis mengenai kinerja perawat dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisikan sepuluh protap yang merupakan indikator kinerja perawat di instalasi bedah RSUD Koja. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil analisa terhadap kinerja perawat berdasarkan sepuluh protap yang detapkan oleh Depkes tujuh protap masuk kategori baik, 2 protap masuk kategori cukup dan 1 protap masuk kategori kurang. Dua protap yang cukup yaitu melaksanakan orientasi pada pre operasi dan memasang jas operasi. Protap yang kurang yaitu memasang sarung tangan. Artinya untuk tujuh protap perawat telah melakukan tahapan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Depkes. Dua hal yang menyebabkan protap memasang sarung tangan masuk kategori kurang karena perawat tidak menyiapkan talk, dan tidak memberi talk pada kedua telapak tangan sebelum memasang sarung tangan. Protap melaksananakan orientasi pada pre operasi dinilai cukup karena perawat tidak menjelaskan fasilitas yang ada di sekitar meja operasi kepada pasien dan perawat juga tidak mengenalkan pasien kepada ahli anestesi, dokter ahli bedah, dokter asisten dan perawat instrumen. Protap memasang jas operasi dinilai cukup karena perawat tidak menyiapkan handuk kering dan tidak mengeringkan kedua telapak tangan dan hingga siku dengan menggunakan handuk steril. Kesimpulan: Berdasarkan sepuluh protap yang ditetapkan Depkes, tujuh protap perawat mendapat nilai baik, 2 protap dinilai ukup dan satu protap dinilai kurang. Saran: Peneliti menyarankan kepada manajemen RSUD Koja untuk melakukan kontrol yang baik terhadap perawat melalui supervisor untuk meningkatkan kualitas kerja perawat.
Background: As the whole, hospital performance is supported by nurse performance in Central Surgery Installation as a part of hospital services. In satisfying patients, Central Surgery Installation has to consider nurse performance as people who providing service to the patient directly. Good performance of nurse will be able to increase hospital quality. Assessment toward nurse performance is important for management in order to observe nurse performance. Purpose: This study aimed to find out nurse performance level in Central Surgery Installation in order to implement standard of health department for understand the implementation of 10 procedures as nurse performance indicator in Central Surgery Installation in Koja District Hospital. Method: Nurse's performance was analyzed by questionnaire that consists of 10 procedures of nurse performance indicator in Central Surgery Installation in Koja District Hospital. The method of this study was descriptive analysis. Result: Based on analysis toward nurse performance it was showed that seven procedures were categorized into good, two procedures (implementing orientation to pre-operation and using operation dress) were categorized into quite, and one procedure (using gloves) was categorized not quite. Two reasons why using gloves were not considered to be quite because nurses did .not prepare talk and before using gloves they did not give any talk into their hands. Implementation orientation on pre operation was considered to be quite because nurses did not explain facilities in around operation desk toward patient and they did not introduce patient to doctors and instrument nurse. Using operation dress was considered to be quite because nurses did not prepare dry towel and did not dried off their hands and elbows with sterile towel. Conclusion: Based on ten procedures of Health Department, it is found that seven nurse procedures get good grade, two procedures get quite and one procedure is not quite. Suggestion: In this study, writer suggests management of Koja District hospital to control nurse by supervisor in order to increase nurse performance quality.
Kata Kunci : Kinerja Perawat,Protap,Pembedahan