Laporkan Masalah

Higiene dan kualitas mikrobiologis air minum pada depot air minum di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

HASTARYO, Joko, Prof.Dr.dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Latar Belakang: Air minum merupakan kebutuhan pokok bagi manusia seperti halnya makanan dan udara. Air minum sangat penting bagi kehidupan manusia, akan tetapi dapat juga menjadi media penularan penyakit atau gangguan kesehatan apabila tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu pengawasan yang ketat tentang kualitas air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk air minum isi ulang yang dijual oleh Depot Air Minum (DAM). Masyarakat banyak memperoleh informasi negatif tentang air minum yang dijual oleh DAM berkaitan dengan proses pengolahannya, baik dari aspek alat yang digunakan untuk mengolah, kondisi higiene sanitasi depot, tingkat pelayanan depot maupun tingkat pendidikan dan pengetahuan dari tenaga penyaji DAM. Informasi tersebut lebih banyak bernuansa persaingan bisnis karena para pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk merasa terganggu dengan keberadaan DAM. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air minum yang dijual oleh DAM dan seberapa jauh hubungannya dengan aspek higiene sanitasinya. Metodologi Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental) dengan disain potong lintang (cross-sectional) untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis air minum sebagai variabel terikat dengan aspek higiene sanitasi sebagai variabel bebas. Sampel penelitian adalah 31 DAM yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sleman. Pada masing-masing sampel dilakukan pemeriksaan kualitas bakteriologis dari air baku dan air curah serta dilakukan pengamatan terhadap aspek higiene sanitasi depot meliputi tingkat pendidikan dan pengetahuan tenaga penyaji, tingkat pelayanan serta kondisi sanitasi depot. Hasil penelitian: Dari 31 sampel DAM, sebanyak 25 di antaranya (80,6 %) mempunyai kualitas bakteriologis baik; sedangkan 6 di antaranya (19,4 %) tidak baik. Faktor-faktor yang mempunyai hubungan signifikan terhadap kualitas bakteriologis air minum adalah tingkat pengetahuan petugas tenaga penyaji, tingkat pelayanan dan aspek higiene sanitasi DAM. Untuk tingkat pendidikan tenaga penyaji DAM tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kualitas bakteriologis air minum yang dijualnya. Kesimpulan: Kualitas bakteriologis air curah pada DAM mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan tingkat pengetahuan tenaga penyaji, signifikan dengan tingkat pelayanan dan kondisi sanitasi depot. Tingkat pendidikan tenaga penyaji tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kualitas bakteriologis air curah DAM

Background: As food and air, drinking water is the main need of human being. Meanwhile the drinking water can cause health disorder if the water is not fulfils the hygiene qualification. Considering such reason the control on public drinking water quality must be very strict, including control on public drinking water sold by drinking water depot. The public get some negative information about drinking water sold by drinking water depot, especially in their processing ways, like tools, sanitation, level of quality services, knowledge and education level of the serving man. Actually, the negative information tends to business competition rather than it fact. The actor of drinking water packaged business feels insecure because of the appearance of drinking water depot business. Objectives: This research aims to kno w bacteriological quality of drinking water sold by the depot and the relation significances on their hygiene aspect. Methods : To observe the relations between bacteriological quality of drinking water as dependent variable and hygiene aspect as independent variable, the research use observational and non experimental method with cross sectional design. The research takes sample of 31 drinking water depots in Sleman Regency. Each sample checked on bacteriological quality at main water and refill water. Observing the sanitation hygiene of depots done by observe on the knowledge and education level of the serving man, the level of quality services and the sanitation condition of the depots. Results: The result are 25 depots ( 80,6 %) have good bacteriological quality and 6 depots (19,4 %) have bad bacteriological quality. Significance factors on bacteriological quality of drinking water are the knowledge of the serving man and the level of quality services. The education levels of the serving man have not significance relation on drinking water bacteriological quality

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Depot Air Minum,Kualitas Mikrobiologis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.