Laporkan Masalah

Kredit pemilikan rumah dengan jaminan hak tanggungan pada Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Denpasar

PANDE, Putu Witarini, H. Mustafa, SH.,MS

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kredit pemilikan rumah dengan jaminan hak tanggungan atas rumah dan tanah yang akan dibeli oleh debitur, serta untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh BTN dalam melindungi kepentingannya dalam hal nasabahnya mengalami kredit macet dimana Bank Tabungan Negara lebih memilih melaksanakan eksekusi penjualan dibawah tangan dibanding melalui KP2LN terhadap barang jaminan Penelitian ini merupakan yaitu penelitian empiris yaitu penelitian lapangan yang diperkuat penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui lapangan dengan cara wawancara dengan responden sedangkan data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling Hasil dari penelitian, bahwa BTN menandatangani kredit pemilikan rumah pada saat bersamaan dengan ditandatanganinya akta jual beli dan pengikatan jaminan didepan PPAT. BTN melakukan penundaan penyerahan pengurusan kredit macet ke KP2LN, bank lebih memilih melakukan penjualan dibawah tangan terhadap barang jaminan yang diikat dengan hak tanggungan dalam hal nasabahnya mengalami kredit macet Dari analisis tersebut diperoleh jawaban seluruh proses penandatanganan perjanjian kredit (antara debitur dengan BTN) dan proses jual beli dihadapan PPAT (antara debitur dengan developer) dilakukan secara bersamaan sehingga BTN mempunyai kepastian pengembalian kredit terhadap pembelian tanah dan rumah yang dijadikan jaminan hak tanggungan. Penjualan dibawah tangan lebih menguntungkan karena harga penjualan mendekati harga pasar, tidak ada biaya administrasi KP2LN sehingga tidak memakan biaya yang banyak, waktu penjualan ditentukan oleh persetujuan bank dengan debitur dan prosedurnya sangat sederhana karena tidak melalui KP2LN

The aim of the research is to understand the house ownership soft loan conferral with the guarantee of house and land bearing right that will be bought by the consumers, as well as to know about the effort of the BTN to enhance its properties when there is jammed credit of its consumers. The BTN prefers doing the execution of underhanded sale to doing through KP2LN This research is an empiric research that is a field research based on the literature research. The result data are primary data and secondary data. The primary data was taken through the interview with the respondents while the secondary data was taken from the literature analysis of material of primary, secondary and tertiary low. The research uses non-probability sampling method, thus, sample-taking technique uses purposive sampling method. The research finding shows that the BTN approves house ownership soft loan at the same time with signing toward the purchasing and selling document witnessed by PPAT. The BTN delays the offer of jammed credit process to KP2LN. On the case of jammed credit, the bank prefers to do underhanded sale of the guaranteed goods. From the analysis, we can find that the whole processes of signing the soft loan agreement (between the consumer and the BTN) and the purchasing and selling witnessed by the PPAT (between the consumer and developer) are done at the same time so that the BTN has assurance of the credit payment. The underhanded sale is more profitable since the selling price is rather closed with the market price, because it is without KP2LN administration charge and the time of selling is determined by the agreement between the bank and consumer, and the procedure is simple because of un-involved of KP2LN

Kata Kunci : Hukum Perjanjian,Kredit Pemilikan Rumah,House Ownership Soft Loan, underhanded sale, bearing right


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.