Perlindungan hukum terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta sebagai pemegang jaminan fidusia benda persediaan
MUHAMMAD, Achmad Noor, Mustafa, SH.,MS
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis bentuk penyelesaian kredit bermasalah dan bentuk eksekusi yang dipilih oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta untuk menyelesaikan kredit macet terhadap jaminan fidusia benda persediaan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat empiris. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penentuan sampel yang akan diambil dalam penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel, sedangkan untuk pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling, artinya pengambilan subjek bukan berdasarkan strata, random atau daerah, tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta adalah dengan dua cara yaitu penyelamatan kredit bermasalah dan eksekusi. Penyelamatan kredit merupakan bentuk penyelamatan kredit bermasalah yang dilakukan dengan restrukturisasi berdasarkan SK. Direksi Bank Indonesia Nomor. 31/150/KEP/DIR tanggal 12 November 1998. Bentuk restrukturisasi kredit bermasalah yang dipergunakan adalah melalui penambahan fasilitas kredit dan atau perpanjangan jangka waktu kredit. Sedangkan eksekusi dilakukan sebagai langkah terakhir penyelesaian kredit macet. Bentuk eksekusi yang lebih dipilih oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta untuk menyelesaikan kredit macet adalah dengan penjualan dibawah tangan secara bebas atas objek jaminan fidusia benda persediaan, daripada eksekusi melalui Kantor Pelayanan Piutang Dan Lelang Negara (KP2LN). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa bentuk penyelamatan kredit bermasalah dengan restrukturisasi tersebut dilakukan untuk menghindarkan terjadinya kredit macet yang dapat merugikan pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta. Bentuk restrukturisasi tersebut dipilih berdasarkan hasil analisis kelayakan ulang yang dilakukan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta terhadap debitur yang mempunyai iktikad baik dan kegiatan usahanya masih dapat diselamatkan. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jogjakarta memilih bentuk eksekusi dengan cara penjualan dibawah tangan secara bebas dengan tujuan efektifitas, untuk menghindari rumitnya prosedur, lamanya waktu dan banyaknya biaya yang dikenakan dalam hal penjualan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Piutang Dan Lelang Negara (KP2LN).
The research aims to analyse settlement of bad credit and type of execution for fiducia security of reserved object carried out by PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jogjakarta Branch to settle a bad credit. The research is empirical and uses both primary and secondary data. Samples are selected based on the non-random sampling method, which means that not all population is treated equal as sample. Sample collection uses the purposive sampling technique, which means that subject selection is not based on strata, random or area but based on a specific purpose. The research results reveal that PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jogjakarta Branch carries out the settlement of bad credit in two forms: Securing a bad credit and execution. Securing credit is taken to secure a bad credit by restructuring based on the decree of the Directors of the Bank of Indonesia No. 31/150/KEP/DIR dated 12 November 1998. Bad debt restructuring is performed by adding credit facility or prolonging the credit term. Execution is done as the last step for bad credit settlement. In doing the execution to settle bad credit, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jogjakarta Branch prefers selling the object of fiducia security in under –handed and free manner to executing it through the Office of Loan and State Auction Servise (KP2LN). Based on the analysis result, securing a bad credit through restructuring is intended to avoid bad credit that will cause loss and damage to PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jogjakarta Branch. Restructuring is adopted based on a reassessment of feasibility toward the debtor who has good will while his business is likely to survive. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jogjakarta Branch chooses execution through under-handed and free selling for the sake of effectiveness and to avoid complicated procedures, long time, and high cost when the selling is conducted by the Office of Loan and State Auction Service (KP2LN).
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,Jaminan Fidusia,Bank, resturcturing, execution, and bad credit