Degradasi Aflatoksin B1 oleh Oksigen Singlet dalam sistem Fotooksidasi
SUROTO, Dian Anggraini, Prof.Dr.Ir. Sri Raharjo, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fotooksidasi terhadap degradasi aflatoksin B1 oleh oksigen singlet dengan menggunakan erithrosin (FD &C Red No 3) sebagai photosensitizer. Larutan Aflatoksin B1 standar dalam methanol 60 % dengan dan tanpa penambahan erithrosin dikenai cahaya lampu fluoresen maupun lampu pijar masing-masing dengan intensitas 4000 lux selama 60 menit. Pencahayaan lampu fluoresen dengan dan tanpa penambahan erithrosin mampu menurunkan konsentrasi aflatoksin B1 secara signifikan, tetapi pada pencahayaan lampu pijar hanya perlakuan dengan penambahanan erithrosin 5 ppm yang menunjukkan penurunan konsentrasi aflatoksin B1 secara signifikan. Degradasi aflatoksin B1 dengan pencahayaan lampu fluoresen disebabkan oleh interferensi radiasi sinar UV daripada oleh oksigen singlet. Laju degradasi aflatoksin oleh oksigen singlet tergantung konsentrasi awal aflatoksin B1, semakin tinggi konsentrasi semakin cepat laju degradasinya. Produk degradasi aflatoksin B1 muncul dengan waktu retensi 6,7 menit, sedangkan AFB1 standar memiliki waktu retensi 9,7 menit. Hasil TLC menunjukkan adanya perubahan nilai Rf AFB1 (standar AFB1 Rf : 0,77) pada perlakuan pencahayaan dengan lampu pijar selama 20, 40, dan 60 menit berturut-turut 0,72, 0,73, dan 0,75. Aplikasi larutan aflatoksin B1 standar dengan penambahan erithrosin pada matriks pangan menunjukkan bahwa adanya komponen minyak akan menurunkan laju degradasi.
This research aimed at identifying fotooxidation effect on aflatoxin B1 degradation by singlet oxygen, using erithrosin (FD & C Red No. 3) as a photosensitizer. Aflatoxin B1 standard solution in 60% methanol with and without erithrosin were illuminated by fluoresent lamp and tungsten lamp at 4000 lux for 60 minutes. Fluoresent lamp illumination reduced aflatoxin B1 oncentration significally, but in tungsten lamp only with addition 5 ppm erithrosin could reduce aflatoxin B1. It was because of interferention UV A radiation of fluoresen lamp rather than singlet oxygen oxidation. Degradation rate of aflatoxin B1 by singlet oxygen during tungsten lamp illumination depends on initial concentration, higher concentration faster degradation rate. Degradation product of aflatoxin B1 appeared as new peak at 6,7 minutes, shorter retention time than standard aflatoxin B1 (9,7 min). Degradation product had fluoresence character that indicate coumarin ring still intact and had lower Rf value than standard aflatoxin B1 (Rf 0,77). Rf value of degradation product after illumination for 20, 40, 60 minutes respectifely 0.72, 0.73, 0.75. Application aflatoxin B1 standard solution with erithrosin on food matrixs indicated that oils decreased its degradation rate.
Kata Kunci : Fotooksidasi,Degradasi Aflatoksin B1, aflatoxin B1 degradation, singlet oxygen, fotooxidation