Pengaruh Penggunaan Lightweight Concrete Foam (LCF) Sebagai Material Backfill Pada Struktur Dinding Penahan Tanah
Novrianda, Dr.Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM.
2027 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Dinding penahan
tanah merupakan elemen penting dalam teknik sipil yang berfungsi menahan massa
tanah, mencegah erosi, serta mendukung stabilitas infrastruktur. Pada kondisi eksisting, timbunan
konvensional dengan geotekstil berisiko merusak geotekstil akibat butiran
bersudut tajam sekaligus menimbulkan tekanan lateral yang besar, sehingga dalam
jangka panjang dapat menurunkan kestabilan dinding hingga terjadi deformasi
berlebih atau kegagalan struktur. Sebagai solusi
alternatif, Lightweight Concrete Foam (LCF) digunakan sebagai material backfill
yang memiliki densitas rendah, bersifat self-consolidating, dan mampu
mereduksi tekanan lateral secara signifikan terhadap struktur dinding penahan
tanah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis stabilitas dinding penahan tanah eksisting secara analitis dan
numeris, serta menentukan variasi bentuk Lightweight Concrete Foam (LCF)
sebagai material backfill.
Analisis dilakukan dengan metode analitis
menggunakan Microsoft Excel dan numeris menggunakan PLAXIS 2D. Variasi
penggunaan LCF dilakukan sebanyak lima variasi, yaitu pada zona kritis,
sepanjang lebar DPT, setengah lebar DPT, bentuk trapesium orientasi horizontal
dan vertikal. Penentuan
variasi sebagai alternatif desain dilakukan dengan analisis multikriteria terhadap
nilai displacement horizontal pseudostatik, rancangan anggaran
biaya (RAB), durasi pengerjaan, dan kemudahan pelaksanaan konstruksi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variasi
bentuk LCF memenuhi syarat SF minimum sesuai SNI 8460:2017, yaitu SF ? 1,5 pada
kondisi statik dan SF ? 1,1 pada kondisi pseudostatik, dengan rentang nilai SF
statik 1,84 – 2,34 dan SF pseudostatik 1,33 – 1,54. Selain itu, seluruh variasi
juga menghasilkan nilai displacement horizontal yang terkendali dengan
rentang nilai 0,74 – 3,69 × 10?² m untuk kondisi statik dan 5,42 – 6,86 × 10?²
m untuk kondisi pseudostatik. Hasil analisis multikriteria memberikan hasil
bahwa penggunaan LCF pada zona kritis memberikan nilai tertinggi dengan
keunggulan pada indikator nilai displacement horizontal pseudostatik
yang kecil, yaitu 5,42 × 10?² m, durasi pengerjaan tercepat selama 48 hari, dan
kemudahan pelaksanaan konstruksi karena pekerjaan didominasi dengan pengecoran
LCF.
Retaining
walls are essential elements in civil engineering that serve to retain soil
masses, prevent erosion, and support the stability of infrastructure. Under
existing conditions, conventional backfill combined with geotextile poses a
risk of damaging the geotextile due to angular particles while also generating
high lateral pressure, which in the long term may reduce wall stability and
lead to excessive deformation or structural failure. As an alternative
solution, Lightweight Concrete Foam (LCF) is used as a backfill material that
has low density, is self-consolidating, and can significantly reduce lateral
pressure on the retaining wall structure. This study aims to analyze the
stability of the existing retaining wall analytically and numerically, and to
determine the configuration variations of Lightweight Concrete Foam (LCF) as a
backfill material.
The
analysis was carried out using an analytical method in Microsoft Excel and a
numerical method in PLAXIS 2D. Five LCF configurations were evaluated:
placement in the critical zone, along the full width of the retaining wall,
along half the width of the retaining wall, and horizontally and vertically
oriented trapezoidal shapes. The selection of the alternative design was
determined through a multi-criteria analysis based on pseudostatic horizontal
displacement, cost estimate (RAB), construction duration, and ease of construction.
The
results show that all LCF configurations meet the minimum safety factor (SF)
requirements of SNI 8460:2017, namely SF ? 1.5 under static conditions and SF ?
1.1 under pseudostatic conditions, with static SF values ranging from 1.84 to 2.34
and pseudostatic SF values ranging from 1.33 to 1.54. All configurations also
produced controlled horizontal displacements, ranging from 0.74 to 3.69 × 10?²
m under static conditions and 5.42 to 6.86 × 10?² m under pseudostatic
conditions. The multi-criteria analysis indicates that placing LCF in the
critical zone achieved the highest score, with advantages in a small
pseudostatic horizontal displacement of 5.42 × 10?² m, the shortest
construction duration of 48 days, and ease of construction since the work is
dominated by LCF casting.
Kata Kunci : Dinding Penahan Tanah, Lightweight Concrete Foam, Material Backfill, Analisis Pseudostatik, Analisis Multikriteria.