Partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif di Kabupaten Kulon Progo
YAHYA, Mukhlis, Dr.Agr. Sri Peni Wastutiningsih
2005 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif, (3) hubungan partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif dengan kemampuan petani memecahkan masalah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini sengaja dipilih karena merupakan tempat pelaksanaan proyek Decentralized Agriculture and Forestry Extension/DAFEP dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Untuk mengetahui tingkat partisipasi digunakan teknik penentuan skor model Likert, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani digunakan model analisis regresi berganda dan untuk mengetahui hubungan partisipasi petani dengan kemampuan petani memecahkan masalah digunakan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif di Kabupaten Kulon Progo tergolong sedang (59,4 %). Secara rinci kegiatan partisipasi petani yang meliputi perencanaan (59,6 %), pengorganisasian (58,6 %), memonitor dan mengevaluasi penyuluhan pertanian (57,4 %) tergolong sedang, sedangkan pada tahap pelaksanaan partisipasi petani tergolong tinggi (64,4 %). Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif adalah kekosmopolitan, pendidikan, motivasi petani, dan layanan tim penyuluhan. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi petani dalam penyuluhan pertanian partisipatif dengan kemampuan petani memecahkan masalah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,551. Semakin tinggi petani berpartisipasi dalam penyuluhan pertanian partisipatif maka akan meningkatkan kemampuan petani dalam memecahkan masalahnya.
The research aimed to determine: (1) peasant participation rate in farming participative extension; (2) influenced factors in farming participative extension; (3) correlation between peasant participation and peasant ability to solve the problems. The research was done at Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta Province. This location was chosen since there was a Decentralized Agriculture and Forestry Extension Project/DAFEP with its farming participative extension activity. The method used in this study is descriptive analysis. To measure of participation rate used Likert model score, to measure factors that influence the participative extension is used multiple linear regression analysis. Therefore, to measure the relationship between peasant participation and peasant ability to solve such problem are being used product-moment Pearson correlation. The results indicate that overall peasant participation level in farming participative extension at Kulon Progo Regency is middle level (59,4 %). For detail, participative activities include in planning (59,6%), organizing (58,6 %), monitoring and evaluation of farming extension (57,4%) are in middle level. In fact, the applied research is in high level (64,4%). The factors significantly influenced peasant participation in farming participative extension are cosmopolites, peasant motivation, education and the service of farmer extension team. Therefore, there is significant correlation between farmer extensions in farming participatiov with the peasant ability to solve the problem by coefficient correlation value 0,551. The more increase of participative peasant in farming participative extension; there is an upgrading peasant ability to solve such problem.
Kata Kunci : Penyuluhan Pertanian,Partisipasi Petani, Peasant Participation - Farming Participative Extension - Peasant Ability to Solve Problem