Laporkan Masalah

Tulang Punggung Tak Terlihat: Perspektif Ekonomi Politik Feminis Pengalaman Ketenagakerjaan Buruh Migran Domestik Indonesia di Keluarga Majikan

Raisya Insyira Kusumaningati, Dr. Amelia Maika, S.Sos., M.A.

2026 | Skripsi | Sosiologi

Bekerja di balik layar masyarakat kapitalis, yaitu sektor domestik, buruh migran domestik, yang terhimpit oleh rezim gender, migrasi, dan kerja domestik, bekerja di rumah-rumah majikan demi memenuhi kebutuhan reproduksi sosial keluarga majikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kerja tujuh buruh migran domestik bekerja untuk majikan dengan anak usia 0-13 tahun di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia dan bagaimana mereka memahami pekerjaan mereka lewat teori ekonomi politik feminis. Penelitian ini menemukan bahwa buruh migran domestik melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebagai bentuk pemindahtanganan tugas domestik yang dinaturalisasikan untuk dikerjakan perempuan atau ibu lewat penyediaan barang dan jasa, pemenuhan kebutuhan sehari-hari langsung untuk anak-anak majikan baik dari dimensi fisik, mental, maupun emosional, dan pemenuhan kebutuhan sosio-kultural anak-anak majikan. Kerja domestik yang memenuhi semua seluk beluk kebutuhan keluarga majikan ini berimplikasi kepada jam kerja panjang, lembur, minim istirahat, dan tugas-tugas tidak sesuai dengan perjanjian kerja terkadang dihadapi bersandingan dengan rasa hutang budi (labour indebtedness) atas majikan karena adanya rasa keanggotaan keluarga fiktif. Walau begitu, tetap ditemukan upaya pembatasan profesional dan emosional untuk menghindari eksploitasi karena rasa bersalah.


Working in the “hidden abode” of capitalist society, namely in the domestic sector, migrant domestic workers, restrained by the gender, migration, and domestic work regimes, are working in their employers’ houses to fulfill their employers’ families’ social reproduction needs. Using qualitative, phenomenological methods, this research explores the labour experiences and perceptions of seven migrant domestic workers who work with children aged 0-13 in Hong Kong, Singapore, and Malaysia through the lens of feminist political economy. This study finds that migrant domestic workers fill the daily needs of their employers’ families through the transfer of domestic work that is naturalized as women’s work. This can be seen in the provision of goods and services, fulfillment of direct physical and emotional needs for employers’ children, as well as fulfillment of their socio-cultural needs. Domestic work performed to meet employers’ daily necessities implies long working hours, overtime, minimal rest, and non-contractual work that are often parallel with workers’ feeling of labour indebtedness due to a fictive family sense of belonging. However, efforts to maintain professional and emotional boundaries to avoid exploitation due to guilt are also found.

Kata Kunci : buruh migran domestik, kerja domestik, reproduksi sosial, ekonomi politik feminis, labour indebtedness, care fetishization

  1. S1-2026-503549-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503549-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503549-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503549-title.pdf