Laporkan Masalah

Pengaruh Kultur Strategis Nigeria dalam Upaya Kontraterorisme terhadap Boko Haram (2011-2023)

Aryasa Fito Handaru, Prof. Dr. Siti Muti'ah Setyawati, M.A.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Setelah berjalan selama lebih dari satu dekade, konflik antara pemerintah Nigeria, di bawah kepemimpinan Goodluck Jonathan dan kemudian Muhammadu Buhari, dengan kelompok militan Boko Haram serta pecahan-pecahannya di daerah timur laut Nigeria terus mengalami hambatan dalam penyelesaian menyeluruh. Salah satu aspek yang dikaitkan secara signifikan dengan kelanjutan serangan-serangan Boko Haram serta krisis pengungsian merupakan pendekatan pemerintah Nigeria yang cenderung berorientasi pada keamanan negara, alih-alih penanganan akar sosioekonomi yang memicu konflik. Dalam menawarkan kontribusi pada literatur seputar isu Boko Haram, penggunaan konsep kultur strategis akan menganalisis faktor-faktor di balik ketahanan pola represifitas dan keterbatasan dimensi kemanusiaan yang berlanjut dari catatan panjang ketidakamanan domestik di Nigeria. Penelitian ini menemukan bahwa wacana dominan mengenai keberhasilan respon militer serta praktik birokrasi yang terinstitusionalisasi oleh kepentingan elit politik dan militer telah menghambat reformasi keamanan dan menutup peluang partisipasi dari aktor-aktor lain. Hambatan internal dalam upaya pemerintah Nigeria pun meningkatkan potensi konflik yang berkepanjangan seiring perkembangan tata pemerintahan alternatif dari kelompok-kelompok militan yang beradaptasi untuk memperbaiki posisi mereka di mata masyarakat.

After more than a decade, conflict between the Nigerian government, under the leadership of Goodluck Jonathan and later Muhammadu Buhari, and Boko Haram as well as its splinter factions in northeastern Nigeria remains far from a comprehensive resolution. A significant factor contributing to the persistence of Boko Haram's attacks and the protacted refugee crisis is the government's approach which leans heavily toward state security rather than addressing the socioeconomic root causes that fuel the conflict. Contributing to the body of literature on Boko Haram's terrorism, this study utilizes the concept of strategic culture to analyze the factors underlying the enduring pattern of state repression and limited humanitarian dimension which stems from Nigeria's long history of domestic insecurity. The research finds that dominant discourses emphasizing the success of military responses, coupled with bureaucratic practices institutionalized by political and military elites, have hindered security sector reform and precluded the participation of other actors. These internal obstacles within the Nigerian government's effors heighten the potential for a prolonged conflict as alternative governance structures are developed by militant groups that adapt to improve their standing among the local populace.

Kata Kunci : kultur strategis, Nigeria, kontraterorisme, Boko Haram, keamanan

  1. S1-2026-443068-abstract.pdf  
  2. S1-2026-443068-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-443068-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-443068-title.pdf