Laporkan Masalah

Kelayakan Finansial dan Keberlanjutan Usaha Tani Agroforestri di Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul

Salma Nur Aziza, Anung Pranyoto, S.P., M.P. ; Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Sistem agroforestri kayu putih merupakan salah satu alternatif pengelolaan lahan kering berkarakteristik karst yang rawan erosi dan kekeringan di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani agroforestri berdasarkan indikator R/C, phi/C, dan BEP penerimaan, serta menganalisis status keberlanjutannya pada dimensi ekonomi, sosial, ekologi, teknologi, dan kelembagaan. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penentuan sampel melalui multistage random sampling, diperoleh 110 petani responden di Kalurahan Bleberan dan Kalurahan Banyusoco. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan pendekatan R/C ratio, phi/C, dan BEP penerimaan pada tiga kategori luas lahan, sedangkan analisis keberlanjutan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) yang diperkuat dengan analisis Monte Carlo, serta analisis Leverage untuk mengetahui atribut-atribut yang sensitif terhadap status keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani agroforestri layak secara finansial pada seluruh kategori luas lahan, dengan nilai R/C sebesar 1,44 pada lahan sempit, 1,35 pada lahan sedang, dan 1,67 pada lahan luas; nilai phi/C masing-masing sebesar 0,44; 0,35; dan 0,67, seluruhnya melebihi standar suku bunga KUR mikro sebesar 6%; serta penerimaan aktual pada ketiga kategori lahan berada di atas nilai BEP penerimaan. Hasil analisis keberlanjutan multidimensi menunjukkan indeks sebesar 77,59 dengan status sangat berkelanjutan. Pada dimensi sosial (86,69%), ekologi (79,27%), dan ekonomi (78,24%) berstatus sangat berkelanjutan, sedangkan dimensi teknologi (74,79%) dan kelembagaan (68,94%) berstatus cukup berkelanjutan. Penguatan pada dimensi kelembagaan dan teknologi, terutama akses penyuluhan, pelatihan, dan penerapan teknologi konservasi tanah, diperlukan agar keberlanjutan usaha tani agroforestri di Kapanewon Playen dapat berkembang lebih merata dan optimal.

The cajuput-based agroforestry system is one alternative for managing drought-and erosion-prone karst dryland in Playen Sub-district, Gunungkidul Regency. This study aims to analyze the financial feasibility of agroforestry farming based on the R/C, phi/C, and revenue Break Even Point (BEP) indicators, and to analyze its sustainability status across the economic, social, ecological, technological, and institutional dimensions. The basic method used is descriptive, with samples determined through multistage random sampling, yielding 110 farmer respondents in Bleberan and Banyusoco Villages. Financial feasibility analysis was conducted using the R/C ratio, phi/C, and revenue BEP approaches across three land-size categories, while sustainability analysis employed the Multidimensional Scaling (MDS) method, reinforced with Monte Carlo analysis, along with Leverage analysis to identify the attributes sensitive to sustainability status. The results show that the agroforestry farming is financially feasible across all land-size categories, with R/C values of 1.44 for narrow, 1.35 for medium, and 1.67 for large landholdings; phi/C values of 0.44, 0.35, and 0.67 respectively, all exceeding the 6% micro-credit (KUR) interest rate standard; and actual revenue in all three land categories exceeding the revenue BEP value. The multidimensional sustainability analysis yielded an index of 77.59%, categorized as highly sustainable. The social (86.69%), ecological (79.27%), and economic (78.24%) dimensions were highly sustainable, while the technological (74.79%) and institutional (68.94%) dimensions were moderately sustainable. Strengthening the institutional and technological dimensions, particularly access to extension services, training, and the adoption of soil conservation technology, is needed for the sustainability of agroforestry farming in Playen Sub-district to develop more evenly and optimally.

Kata Kunci : agroforestri, keberlanjutan, kelayakan finansial, MDS

  1. S1-2026-504065-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504065-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504065-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504065-title.pdf