Analisis perubahan struktur, perilaku dan kinerja agribisnis di Indonesia Tahun 1990-2000 :: Suatu pendekatan model input-output
RONDHI, M, Dr.Ir. Djuwari
2005 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPembangunan merupakan konsep dinamis yang berubah dari waktu ke waktu yang bertumpu pada kemampuan sumber daya yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perubahan struktur, perilaku dan kinerja sektor agribisnis Indonesia antara tahun 1990 – 2000 dan untuk mengetahui sektor agribisnis unggulan Indonesia tahun 1990 – 2000. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada Tabel Input-Output Indonesia atas dasar harga produsen yang berasal dari BPS. Metode analisis yang di gunakan adalah analisis keterkaitan ke belakang dan ke depan, analisis pengganda output dan pendapatan, analisis pengganda ekspor terhadap output dan pendapatan. Selanjutnya untuk menguji ada tidaknya perubahan struktur, perilaku dan kinerja sektor agribisnis digunakan uji Wilcoxon Sign Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor-sektor agribisnis yang merupakan unggulan adalah sektor industri barang kertas dan karton (38), selanjutnya sektor yang merupakan unggulan kedua adalah industri logam (47), industri pemintalan (35), industri tekstil dan pakaian (36), industri pengolahan makanan (27), industri minyak dan lemak (28), kayu (20) dan karet (07). Sektor tersebut merupakan sektor unggulan karena memiliki keterkaitan ke depan dan ke belakang tinggi, memiliki pengganda output dan pendapatan yang tinggi, memiliki angka pengganda ekspor terhadap output dan pendapatan yang tinggi. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon sign didapatkan bahwa selama periode 1990 – 1995, terjadi perubahan struktur agribisnis Indonesia, tidak terdapat perubahan perilaku agribisnis Indonesia dan terdapat perubahan kinerja agribisnis Indonesia. Pada tahun 1995 – 2000, tidak terdapat perubahan struktur agribisnis Indonesia, tidak terdapat perubahan perilaku agribisnis Indonesia dan terdapat perubahan kinerja agribisnis Indoensia. Pada tahun 1990 – 2000, terdapat perubahan struktur agribisnis, tidak terdapat perubahan perilaku agribisnis Indonesia dan tidak terdapat perubahan kinerja agribisnis Indonesia.
Development is a dynamic concept that changed day by day and base on private resources. The aimed of the reasearh are to determine how structue, conduct and performance change of Indonesian agribusiness sector among 1990 – 2000 and to determine the superior agribusiness sector in Indonesia among 1990 – 2000. The data that used for the research is secunder data. The data is Indonesian Input-Output Table base on producer price has taken from BPS. The analyze method for the research are backward and forward analysis, output and income multiplier effect analysis, multiplier export to output and income analysis. Furthermore, Wilcoxon Sign Test is used to determine whether the changed structur among 1990 – 2000. The result shows that the superior agribusiness sector is manufacture of paper, paper products and cardboard (38), so the second superior agribusiness sector are manufacture of fabricated metal product sector (47), yard spinning sector (35), manufactur of textile, wearing apparel and leather sector (36), Manufature of food processing and preserving (27), manufature of oil and fat (28), poultry and its product sector (20) and rubber sector (07). The sector have high backward and foreward interlinkage, high output and income multiplier effect, high export multiplier to output and income. Based on wilcoxon sign test indicated that among 1990 – 1995 have changed Indonenesian agribusiness structure, have no changed Indonesian agribusiness conduct and have changed Indonesian agribusiness performance. Among 1995 – 2000 have no changed Indonesian agribusiness structure, have no changed Indonesian agribusiness conduct and have changed Indonesian agribusiness performance. Among 1990 – 2000, have changed Indonesian agribusiness structure, have no changed Indonesian agribusiness conduct and have no changed Indonesian agribusiness structure.
Kata Kunci : Agribisnis Indonesia, Kinerja, Sektor Unggulan