Laporkan Masalah

Taksiran Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

Najwa Farida Amalia, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Hutan mangrove berfungsi sebagai tempat pemijahan, asuhan, dan mencari makan bagi biota laut yang menopang hasil tangkapan nelayan. Manfaat tidak langsung ini tidak memiliki harga pasar sehingga sering luput dari pertimbangan pengelolaan. Di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mangrove tertekan oleh konversi lahan dan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menghitung keuntungan nelayan, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi hasil tangkapan, dan menaksir nilai ekonomi mangrove sebagai tempat pemijahan biota laut. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 di empat desa pesisir. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur terhadap 92 nelayan perahu kecil (<5> backward elimination, dan regresi log-log. Nilai ekonomi ditaksir dengan metode Effect on Production melalui surplus konsumen. Surplus ini diturunkan dari fungsi permintaan regresi log-log dengan harga sebagai satu-satunya variabel bebas (Adjusted R² 0,760), karena model tiga variabel menghasilkan surplus konsumen negatif. Keuntungan rata-rata nelayan sebesar Rp38.866.712 per tahun. Jumlah trip, jumlah ABK, dan harga jual berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan (Adjusted R² 0,883). Surplus konsumen rata-rata Rp252.797.745 per nelayan per tahun menghasilkan taksiran nilai ekonomi kawasan mangrove seluas 183 ha sebesar Rp290,21 miliar per tahun, atau Rp1,59 miliar per hektar per tahun. Karena seluruh surplus diatribusikan kepada mangrove, nilai ini mendekati batas atas kontribusinya. Meski demikian, hasil ini menunjukkan peran penting mangrove bagi perikanan tangkap sehingga perlu dilestarikan dan direhabilitasi.

Mangrove forests serve as spawning, nursery, and feeding grounds for marine biota that sustain fishers’ catches. However, this indirect benefit has no market price and is therefore often overlooked in management decisions. In Mundu District, Cirebon Regency, mangroves are under pressure from land conversion and infrastructure development. This study aims to calculate fishers’ profit, identify the factors influencing fishers’ catch, and estimate the economic value of mangroves as a spawning ground for marine biota. The research was conducted in May 2026 across four coastal villages. Primary data were collected through structured interviews with 92 small-boat fishers (<5>

Kata Kunci : Effect on Production, Surplus Konsumen, Nelayan Perahu Kecil, Mangrove Mundu, Kentungan Nelayan

  1. S1-2026-494782-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494782-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494782-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494782-title.pdf