Laporkan Masalah

Evaluasi Penggunaan Pakan Buatan terhadap Perilaku Makan Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) di Animalium BRIN dalam Upaya Konservasi Eksitu

Swietania Putri Diva, Dr. rer. silv. Ir. Sandy Nurvianto, S.Hut., M.Sc., IPM; Rini Rachmatika, M.Sc.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Perkici pelangi (Trichoglossus haematodus) merupakan burung nektarivora yang memanfaatkan nektar, buah, dan bahan pakan lainnya sebagai sumber energi. Dalam penangkaran, pengelolaan pakan menjadi aspek penting untuk menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan mendukung keberhasilan konservasi eks-situ. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penambahan pakan buatan sebagai sumber nutrisi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pakan buatan berupa biskuit terhadap perilaku makan dan palatabilitas pakan perkici pelangi di Animalium BRIN.

Penelitian dilakukan menggunakan sembilan individu perkici pelangi. Perilaku makan diamati dengan metode Scan Sampling selama tiga sesi pengamatan (pagi, siang, dan sore), sedangkan palatabilitas pakan diuji menggunakan metode Cafeteria Feeding. Data frekuensi makan, estimasi durasi makan, dan konsumsi pakan dianalisis menggynakan uji Paired T-test atau Wilcoxon Signed Rank Test sesuai dengan hasil uji normalitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air gula merah aren merupakan pakan yang memiliki tingkat palatabilitas tertinggi dibandingkan jenis pakan lainnya. Penambahan biskuit pada air gula merah aren cenderung meningkatkan frekuensi dan estimasi durasi, dan konsumsi pakan secara deskriptif. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada frekuensi makan, estimasi durasi makan sesi 1 dan sesi 3, maupun konsumsi pakan antara perlakuan. Estimasi durasi makan pada sesi 2 menunjukkan signifikansi marginal (p = 0,050), yang mengindikasikan adanya kecenderungan peningkatan lama makan setelah penambahan biskuit, meskipun bukti statistik yang diperoleh masih relatif lemah karena berada tepat pada batas signifikansi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pakan buatan berupa biskuit belum memberikan pengaruh yang konsisten terhadap perilaku makan perkici pelangi, tetapi berpotensi meningkatkan lama makan pada kondisi tertentu. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan formulasi pakan buatan yang lebih sesuai untuk mendukung pengelolaan dan konservasi eks-situ perkici pelangi.

The rainbow lorikeet (Trichoglossus haematodus) is a nectarivorous bird that utilzes nectar, fruits, and other food sources as sources of energy, In captivity, feed management is an important aspect of maintaining health and welfare and supporting the success of ex-situ conservation. One approach that can be implemented is the addition of artificial feed as a supplementary nutrient source. This study aimed to evaluate the effect of artificial feed in the form of biscuits on the feeding behavior and feed palatability of rainbow lorikeets at Animalium BRIN.

The study involved nine rainbow lorikeets. Feeding behavior was observed using the Scan Sampling method during three observation sessions (morning, midday, and afternoon), while feed palatability was evaluated using the Cafeteria Feeding method. Data on feeding frequency, estimation feeding duration, and feed consumption were analyzed using a Paired T-test or Wilcoxon Signed Rank Test according to the results of the normality test.

The results showed that palm sugar solution had the highest palatability among the feed types provided. The addition of biscuits to the palm sugar solution consumption. However, statistical analysis showed no significant differences in feeding frequency, feeding duration in sessions 1 and 3, or feed consumption between treatments. Feeding duration in session 2 showed marginal significance (p = 0,050), indicating a tendency toward increased feeding duration following biscuit addition, although the statistical evidence was relatively weak because the value was exactly at the significance threshold.

This study indicates that the addition of artificial feed in the form of biscuits did not consistently affect the feeding behavior of rainbow lorikeets but had the potential to increase feeding duration under certain conditions. These findings can serve as a basis for developing artificial feed formulations that are more appropriate for supporting the management and ex-situ conservation of rainbow lorikeets.

Kata Kunci : Perkici pelangi, pakan buatan, palatabilitas, perilaku makan, konservasi eks-situ

  1. S1-2026-479864-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479864-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479864-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479864-title.pdf