Alokasi waktu kerja keluarga dan distribusi pendapatan pengrajin emping melinjo di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman
NALINDA, Rika, Dr.Ir. Any Suryantini, MM
2005 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya perbedaan alokasi waktu tenaga kerja perempuan dan laki-laki; (2) adanya perbedaan alokasi waktu kerja usaha emping melinjo dengan waktu kerja usaha lain; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi waktu kerja usaha emping melinjo; (4) kontribusi pendapatan usaha emping melinjo terhadap pendapatan total keluarga; (5) pengaruh usaha emping melinjo terhadap distribusi pendapatan keluarga. Sampel penelitian adalah 39 keluarga pengrajin emping melinjo di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan metode wawancara. Metode statistik yang digunakan adalah t-test, analisis regresi berganda dan rasio indeks gini. Alokasi waktu kerja anggota keluarga perempuan dan laki-laki pada usaha emping melinjo adalah 3111 JOK /tahun dan 274 JOK/tahun. Terdapat perbedaan nyata alokasi waktu kerja anggota keluarga laki-laki dan perempuan dengan tingkat kepercayaan 99%. Istri sebagai pimpinan pada usaha ini mengalokasikan waktu kerja untuk usaha emping melinjo dan usaha lainnya sebesar 2470 JOK/tahun dan 56,36 JOK/tahun. Terdapat perbedaan alokasi waktu kerja istri pada usaha emping melinjo dan usaha lain dengan tingkat kesalahan satu persen. Suami mengalokasikan waktu kerjanya untuk usaha emping melinjo dan usaha lain sebesar 274 JOK/tahun dan 1330 JOK/tahun. Terdapat perbedaan alokasi waktu kerja suami pada usaha emping melinjo dan usaha lain dengan tingkat kepercayaan 99%. Faktor faktor yang mempengaruhi alokasi waktu kerja istri adalah pendidikan istri, produksi emping melinjo, pendapatan suami dan pendapatan usaha lain. Faktor faktor yang mempengaruhi alokasi waktu kerja keluarga adalah jumlah keluarga bekerja dan produksi emping melinjo. Pendapatan usaha emping melinjo memberikan kontribusi sebesar 55,91% ± 31,43% dari total pendapatan keluarga. Indeks gini pendapatan keluarga tanpa usaha emping melinjo 0,732 dan pendapatan total 0,675. dengan demikian distribusi pendapatan keluarga pengrajin menjadi lebih merata setelah adanya usaha emping melinjo.
The study aimed to understand (1) time allocation of husband, wife and family members for working in melinjo chips business owned by its family (2) time allocation determinants for working in its business. (3) the contribution of melinjo chips business to family income and (4) income distribution among families that running the melinjo chips business. Sample of this study are 39 families who run emping melinjo chips business in Mlati Sub-regency Sleman Regency. Data collected by interview methods. The results shows a different time allocation between male and female family worker by 1% degree of error. The wife allocate her time differently for working in its business and other businesses, statistically it is different significantly by 1% the degree of error. There is a significantly difference between husband’s working-time allocation in melinjo chips business and others business The factors that influencing working-time allocation for wife are wife education, amount of melinjo chips production, amount of husband income and others businesses income. Factors that influencing the allocation of family members’ working-time are: number of family worker and amount of melinjo chips production. The income from melinjo chips business giving contribution 55.91% ± 31.43% of total family-income. Gini index for family income without melinjo chips business is 0.732 and its index for the total family-income is 0.675; it means the income distribution is more equal after the family has melinjo chips business.
Kata Kunci : Usahatani Emping Melinjo, Waktu Kerja, Distribusi Pendapatan