Analisis Pengaruh PER, PBV, DER, CR, Dan ROA Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2020-2024
Pondra Irgo Alfino, Elton Buyung Satrianto S.E., MBA
2026 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Harga saham merupakan indikator penting yang digunakan investor dalam
pengambilan keputusan investasi di pasar modal, khususnya pada sektor
telekomunikasi yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dan
terus berkembang seiring meningkatnya penetrasi digital di Indonesia. Meskipun
secara teoritis kinerja keuangan yang baik seharusnya tercermin pada harga saham
yang tinggi, kenyataannya hubungan antara rasio keuangan dan harga saham tidak
selalu konsisten, sehingga masih terdapat kesenjangan antara teori dan bukti
empiris, terutama pada periode 2020-2024 yang diwarnai guncangan pandemi
COVID-19 dan pemulihan ekonomi pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan membuktikan pengaruh Price Earning Ratio (PER), Price to
Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), dan Return
on Assets (ROA) terhadap harga saham perusahaan sektor telekomunikasi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024, baik secara parsial
maupun simultan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan data
sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang dipilih melalui teknik
purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi data panel
menggunakan Random Effect Model (REM) yang dikoreksi dengan robust
standard error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, PER, PBV, DER, CR,
dan ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham (uji Wald), dengan nilai
koefisien determinasi (R2 overall) sebesar 49,80%. Secara parsial, PBV
berpengaruh positif signifikan dan DER berpengaruh negatif signifikan terhadap
harga saham, sementara PER, CR, dan ROA tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor pada saham sektor
telekomunikasi lebih mempertimbangkan valuasi pasar (PBV) dan risiko struktur
modal (DER) dibandingkan rasio profitabilitas jangka pendek dan likuiditas.
Stock price is a key indicator used by investors in making investment
decisions in the capital market, particularly in the telecommunications sector,
which plays a strategic role in the national economy and continues to grow
alongside increasing digital penetration in Indonesia. Although sound financial
performance should theoretically be reflected in higher stock prices, the
relationship between financial ratios and stock prices is not always consistent,
leaving a gap between theory and empirical evidence, especially during the
2020-2024 period, which was marked by the COVID-19 pandemic shock and the
subsequent economic recovery. This study aims to analyze and verify the effect of
Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio
(DER), Current Ratio (CR), and Return on Assets (ROA) on the stock prices of
telecommunications companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX)
during the 2020-2024 period, both partially and simultaneously.
This study applies a quantitative causal approach using secondary data
from company financial reports selected through purposive sampling. The data
were analyzed using panel data regression with the Random Effect Model (REM),
corrected with robust standard errors. The results show that simultaneously, PER, PBV, DER, CR, and ROA have a
significant effect on stock prices (Wald test), with an overall coefficient of
determination (R2) of 49.80%. Partially, PBV has a significant positive effect and
DER has a significant negative effect on stock prices, while PER, CR, and ROA
show no significant effect. These findings indicate that investors in
telecommunications stocks place greater weight on market valuation (PBV) and
capital-structure risk (DER) than on short-term profitability and liquidity ratios.
Kata Kunci : harga saham, rasio keuangan, sektor telekomunikasi, regresi data panel, Bursa Efek Indonesia / stock price, financial ratios, telecommunications sector, panel data regression, Indonesia Stock Exchange