Laporkan Masalah

Adaptasi dan Komunikasi Antarbudaya pada Perantau Papua di Yogyakarta

Nuraida Dalimunthe, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik di wilayah terpusat. Salah satunya yaitu untuk melanjutkan pendidikan, khususnya para perantau asal Papua memilih Yogyakarta sebagai tujuan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. UGM sebagai salah satu kampus yang menjadi minat dari para perantau Papua, sehingga adapun komunitas yang dibuat untuk menyatukan para perantau Papua yang dikenal dengan KEMPGAMA. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi secara deskriptif terkait adaptasi dan komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh mahasiswa UGM asal Papua. Dengan adanya kesenjangan dan perbedaan budaya di Papua dan Jawa, maka mahasiswa rantau asal Papua tersebut akan dihadapkan dengan tantangan dan adaptasi di lingkungan yang baru. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi antarbudaya yang dikemukakan salah satunya oleh Gudykunst sebagai landasan untuk memahami tentang seperti apa individu dalam mengelola kecemasan dan ketidakpastian ketika berada di lingkungan atau budaya yang baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang tergabung dalam komunitas KEMPGAMA terkait pengalaman tiap individu ketika dihadapkan dengan tantangan dan adaptasi yang dilakukan ketika merantau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dialami yaitu seperti penyesuaian materi pembelajaran, perbedaan bahasa, dan adanya stereotipe yang terbentuk di lingkungan baru serta adaptasi yang dilakukan yaitu seperti membuka diri lebih dulu dengan cara membuka obrolan dan mulai mempelajari budaya lainnya seperti bahasanya. Berdasarkan hasil tersebut, komunikasi antarbudaya sangat efektif untuk membantu adaptasi individu saat sedang merantau ke lingkungan yang baru. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para perantau khususnya asal Papua yang sedang mengalami kecemasan dan ketidakpastian di lingkungan baru.

This study is motivated by the phenomenon of migration in persuit of a better life outside one's home region, particularly for the purpose of pursuing higher education. For instance, many students from Papua choose Yogyakarta as their destination for university studies. Universitas Gadjah Mada (UGM) is a popular choice among these students, leading to the formation of a community known as KEMPGAMA, which serves as a unifying platform for Papuan students living away from home. This study aims to provide a descriptive overview of the adaptation and intercultural communication experiences of Papuan student at UGM. Given the cultural differences between Papua and Java, these students face various challenges and must adapt to a new environment. The study employs intercultural communication theory specifically the work of scholars such a Gudykunst to understand how individuals manage anxiety and communication when situated in a new cultural setting. A qualitative approach utilizing a phenomenological method was adopted. Data were collected through in-depth interviews with member of the KEMPGAMA community regarding their personal experiences and the adaptation process while living away from home. The result indicate that the challenges faced include adjusting to academic coursework, language barriers, and contending with stereotypes common in the new environment. Adaptation strategies employed include initiatives to open up and initiate dialogue, as well as efforts to learn  the local culture and language. These findings suggest that intercultural communication is highly effective in facilitating individual adaptation to a new environment. This study is expected to provide valuable insights for student living away from home particularly those from Papua who are experiencing anxiety or fear while navigating life in a new environment.

Kata Kunci : Komunikasi Antarbudaya, KEMPGAMA, Fenomenologi

  1. S1-2026-446119-abstract.pdf  
  2. S1-2026-446119-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-446119-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-446119-title.pdf