Populasi dan Persebaran Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di Curug Onje dan Sekitarnya, Hutan Alam Sekunder Kemuning, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
Rakhadiaz Schumacher Al-Fadhillah Fauzan, Dr. drh. Subeno, M.Sc.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Kukang jawa (Nycticebus javanicus) merupakan primata nokturnal endemik Pulau Jawa yang berstatus Kritis (Critically Endangered) akibat hilangnya habitat dan perburuan untuk perdagangan ilegal. Salah satu upaya penyelamatan kukang jawa di alam adalah pelepasliaran kukang jawa di HAS Kemuning. Setelah sekian waktu, informasi kepadatan populasi dan sebaran kukang jawa hasil pelepasliaran di Curug Onje dan Sekitarnya, Hutan Alam Sekunder Kemuning, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara, belum tercatat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, estimasi populasi, dan pola sebaran kukang jawa di kawasan tersebut.
Penelitian dilakukan pada malam hari menggunakan metode transek garis. Kepadatan dihitung dengan metode King, sedangkan pola sebaran dianalisis menggunakan Indeks Dispersi (Variance-to-Mean Ratio). Intensitas dan luas sebaran perjumpaan dianalisis menggunakan Kernel Density Estimation (KDE).
Hasil penelitian menunjukkan enam individu kukang jawa berhasil dijumpai dengan kepadatan efektif sebesar 0,123 individu/ha atau 12,3 individu/km² dan estimasi populasi sekitar tujuh individu. Seluruh perjumpaan terkonsentrasi di bagian utara kawasan. Nilai Indeks Dispersi sebesar 1,5 menunjukkan kecenderungan pola sebaran mengelompok, sedangkan analisis KDE menghasilkan luas wilayah sebaran (isopleth 95%) sebesar 21,08 ha dan luas area inti (isopleth 50%) sebesar 8,84 ha. Sebaran kukang melintasi beberapa petak pengelolaan sehingga menunjukkan bahwa batas administrasi tidak mencerminkan batas populasi secara biologis. Penelitian ini menyediakan tambahan informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pemantauan populasi dan pengelolaan habitat kukang jawa di Curug Onje.
The Javan slow loris (Nycticebus javanicus) is an endemic nocturnal primate of Java classified as Critically Endangered due to habitat loss and illegal wildlife trade. One of the conservation efforts for the Javan slow loris has been the release of individuals into the Kemuning Secondary Natural Forest. However, information on the population density and spatial distribution of the Javan slow loris in its natural habitat remains limited, including in Curug Onje and its surroundings, Kemuning Secondary Natural Forest, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara. This study aimed to determine the population density, estimate the population size, and analyze the spatial distribution pattern of the Javan slow loris in the study area.
Field surveys were conducted at night using line transects. Population density was estimated using the King method, while the spatial distribution pattern was analyzed using the Variance-to-Mean Ratio (Dispersion Index). The intensity and extent of encounter distribution were analyzed using Kernel Density Estimation (KDE).
A total of six Javan slow lorises were encountered during the survey. The estimated effective density was 0.123 individuals/ha (12.3 individuals/km²), with an estimated population size of approximately seven individuals. All encounters were concentrated in the northern part of the study area. A Dispersion Index value of 1.5 indicated a clumped distribution pattern, while KDE analysis yielded a distribution area (95% isopleth) of 21.08 ha and a core area (50% isopleth) of 8.84 ha. The observed distribution extended across several forest management compartments, indicating that administrative boundaries do not necessarily reflect the biological boundaries of the population. This study provides additional information that may serve as a reference for future population monitoring and habitat management of the Javan slow loris in Curug Onje
Kata Kunci : Indeks Dispersi, Kernel Density Estimation, kepadatan populasi, konservasi habitat, transek garis