Analisis keunggulan komparatif komoditas jeruk di Kabupaten Sambas
KURNIADY, Dedy, Dr.Ir. Dwidjono Hadi darwanto, MS
2005 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian tentang Analisis Keunggulan Komparatif Komoditas Jeruk di Kabuapten Sambas ini bertujuan untuk mengetahui apakah komoditas jeruk di Kabupaten Sambas mempunyai keunggulan komparatif baik untuk tujuan perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau dan mengetahui perubahan nilai KBSD yang mencerminkan nilai keunggulan komparatif jika terjadi perubahan input dan output. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan Biaya Sumberdaya Domestik (BSD) untuk mengetahui nilai keunggulan komparatif. Analisis sensitivitas digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan variabel-variabel penentu terhadap nilai KBSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas jeruk di Kabupaten Sambas secara ekonomi menguntungkan untuk diusahakan baik untuk tujuan perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau yaitu sebesar Rp. 8.594.928.35 dan Rp. 1.538.385,84 per hektar. Secara finansial belum menguntungkan yaitu sebesar Rp. -8.420.377,51 dan Rp. -7.828.270,02 per hektar. Komoditas jeruk di Kabupaten Sambas mempunyai keunggulan komparatif baik untuk tujuan perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau yang ditujukkan dengan nilai KBSD sebesar 0.682 dan 0.928. Untuk analisis sensitivitas kenaikan upah tenaga kerja sebesar 90 % serta penurunan output (produktivitas dan harga output) sebesar 40 % secara parsial menyebabkan komoditas jeruk di Kabupaten Sambas tidak memiliki keunggulan komparatif baik untuk perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau tetapi kenaikan harga pupuk kimia sebesar 50 % serta kenaikan output sebesar 40 % menyebabkan komoditas jeruk masih memiliki keungulan komparatif. Perubahan secara bersama pada kondisi kenaikan input (upah tenaga kerja dan harga pupuk kimia) dan penurunan output sebesar 40 % menyebabkan komoditas jeruk tidak memiliki keunggulan komparatif baik untuk perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau tetapi hal ini tidak terjadi pada kenaikan input dan output sebesar 40 %. Upaya yang perlu dilakukan pemerintah adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas jeruk sehingga dapat meningkatkan keunggulan komparatif serta pendapatan ekonomi dan finansial.
This research entitled "The Comparative Advantage Analysis of Citrus in Sambas Regency" aimed to determine whether citrus had comparative advantage both for among region and island trading; to measure the change of Domestic Resource Cost Coefficient (DRCC) value that determined comparative value. Descriptive analysis were used in this research such as Domestic Resource Cost (BSD) to indicate advantage index. Furthermore, sensitivity analyses were used to determine the change of DRCC when the input or output changed. The result show that economically the citrus is profitable both for region and island trading counted about Rp. 8.594.928,35 and Rp. 1.538.385,84 per hectare. However the financial analysis show that commodity is not profitable counted about Rp. –8.420.377,51 and Rp. –7.828.270,02 per hectare. Meanwhile citrus in Sambas Regency have comparative advantage both among region and island trading as shown by DRCC about 0,682 and 0,928. From the sensitivity analysis, partially increase of wage by 90% and decrease of output (productivity and output price) by 40% caused comparativeless of the commodity both among region and island trading. On the other hand, partially the increase at both of chemical fertilizer by 50% and output by 40% caused increase in comparative of commodity. The simultant change both of increasing of input (wage rate and fertilizer prices) and decreasing of output by 40% caused comparativeless of both among region and island trading but that effect not for increasing input and output by 40%. The government effort in increasing both of quantity and quality of productivity is needed to increase comparative advantage and economic and finansial income.
Kata Kunci : Komoditas Jeruk,Daya Saing,Keunggulan Komparatif, Comparative Advantage, Domestic Resource Cost, Sensitivity