Suara Perempuan di Balik Ekowisata: Studi Fenomenologis Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kaki Langit Mangunan
Zalzabila, Wahyu Kustiningsih, M.A.
2026 | Skripsi | Sosiologi
Perkembangan
pariwisata pascapandemi memperluas keterlibatan perempuan dalam pengelolaan
pariwisata berbasis masyarakat. Namun, peningkatan partisipasi tersebut belum
mencerminkan kesetaraan gender secara substantif karena perempuan masih
menghadapi keterbatasan akses terhadap posisi strategis dan pengambilan
keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman hidup perempuan
dalam pengelolaan Ekowisata Kaki Langit Mangunan serta memahami pemaknaan
mereka terhadap kesetaraan gender dan negosiasi peran. Penelitian menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial di Ekowisata Kaki
Langit Mangunan, Bantul, DIY. Informan terdiri atas enam perempuan (local
guide, pengelola homestay, dan kuliner) serta satu informan
laki-laki sebagai pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan
dan wawancara mendalam semi-terstruktur.
Hasil penelitian menunjukkan perempuan memaknai keterlibatannya tidak hanya untuk manfaat ekonomi, tetapi juga kontribusi bagi pembangunan desa, pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan penguatan komunitas. Partisipasi tersebut meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, dan relasi sosial. Namun, keterlibatan perempuan masih terkonsentrasi pada bidang operasional, sementara posisi strategis didominasi laki-laki akibat norma gender setempat dan keterbatasan kepercayaan institusional. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi kuantitatif perempuan belum diikuti oleh redistribusi kekuasaan, akses pengambilan keputusan, dan pengakuan yang setara.
The
development of tourism in the post-pandemic era has expanded women’s
involvement in community-based tourism management. However, increased
participation has not necessarily reflected substantive gender equality, as
women continue to face limitations in accessing strategic positions and
decision-making processes. This study aims to analyze women’s lived experiences
in managing Kaki Langit Mangunan Ecotourism and to understand how they perceive
gender equality and negotiate their roles. This study employed a qualitative
method with a social phenomenological approach conducted at Kaki Langit
Mangunan Ecotourism, Bantul, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The
informants consisted of six women working as local guides, homestay managers,
and culinary providers, as well as one male informant who served as a
supporting informant. Data were collected through non-participant observation
and semi-structured in-depth interviews.
The findings
show that women perceive their involvement not only in terms of economic
benefits but also as a contribution to village development, environmental
conservation, local cultural preservation, and community strengthening. Their
participation has enhanced their capacities, self-confidence, and social
relationships. However, women’s involvement remains largely concentrated in
operational activities, while strategic positions are predominantly occupied by
men due to prevailing local gender norms and limited institutional trust in
women’s leadership. This study concludes that the quantitative increase in
women’s participation has not yet been accompanied by an equitable
redistribution of power, access to decision-making, and recognition.
Kata Kunci : ekowisata berbasis masyarakat, pengalaman perempuan, kesetaraan gender, fenomenologi sosial, negosiasi peran.