Laporkan Masalah

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Kota Surabaya dan Kota Denpasar

Yoan Padma Aqyas, Dr. Sumirah, M.Si.

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

INTISARI

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan serta struktur pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Denpasar pada Tahun Anggaran 2020-2024. Kedua kota dipilih karena memiliki basis ekonomi berbeda Surabaya bertumpu pada sektor industri dan perdagangan, sedangkan Denpasar pada sektor pariwisata sehingga menarik dikaji apakah perbedaan struktur ekonomi tersebut tercermin dalam kemandirian fiskal dan kinerja keuangan daerah, termasuk dalam menghadapi guncangan eksternal seperti pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif, memakai data sekunder berupa Laporan Realisasi APBD kedua kota tahun 2020-2024 dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan serta Catatan atas Laporan Keuangan kedua kota. Analisis dilakukan melalui rasio kemandirian, efektivitas, efisiensi, dan ketergantungan daerah, serta analisis kontribusi komponen pendapatan dan belanja.

Hasil penelitian menunjukkan Kota Surabaya konsisten berada pada kategori kemandirian tinggi (147%-157%) dan ketergantungan cukup tinggi (36%-40%), namun kurang efektif pada 2020-2023 (85%-89%) sebelum membaik pada 2024 (95%). Kota Denpasar menunjukkan pola fluktuatif pada kemandirian (65%-116%) dan ketergantungan (46%-57%) mengikuti siklus keterpurukan dan pemulihan pariwisata, namun konsisten efektif pada rasio efektivitas (112%-154%). Pada rasio efisiensi, kedua kota sama-sama tidak pernah mencapai kategori efisien.

Dari sisi struktur pendapatan, PAD kedua kota didominasi Pajak Daerah, yaitu 76,39%-78,24% untuk Surabaya dan 66,97%-83,92% untuk Denpasar. Struktur belanja kedua kota relatif serupa, didominasi belanja operasi dan belanja modal, dengan proporsi belanja transfer dan belanja tidak terduga yang rendah.

Penelitian ini merekomendasikan peningkatan akurasi target PAD, diversifikasi sumber PAD, serta efisiensi belanja daerah pada kedua kota.

 

 

Kata kunci: kinerja keuangan daerah, kontribusi pendapatan asli daerah, rasio keuangan daerah

ABSTRACT

This study aims to analyze and compare the financial performance and regional revenue and expenditure structures of the Surabaya and Denpasar City Governments during Fiscal Years 2020–2024. The two cities were selected due to their distinct economic bases: Surabaya is primarily supported by the industrial and trade sectors, whereas Denpasar relies heavily on tourism. This distinction provides an opportunity to examine whether differences in economic structure are reflected in regional fiscal independence and financial performance, particularly in responding to external shocks such as the COVID-19 pandemic. This study employs a comparative descriptive design with a quantitative approach. Secondary data were obtained from the Regional Budget Realization Reports of both cities for 2020–2024, sourced from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), Ministry of Finance, and from the Notes to the Financial Statements of each city. The analysis uses financial ratios measuring independence, effectiveness, efficiency, and dependency, complemented by an analysis of the contribution of revenue and expenditure components.The findings indicate that Surabaya consistently demonstrated a high level of fiscal independence (147%-157%) and relatively high dependency (36%–40%), while its effectiveness was relatively low during 2020–2023 (85%–89%) before improving in 2024 (95%). Denpasar exhibited fluctuating independence (65%–116%) and dependency (46%-57%), corresponding with the decline and recovery of tourism, while maintaining effective revenue realization (112%–154%). Neither city achieved an efficient expenditure ratio. Local revenue in both cities was dominated by local taxes. The study recommends improving PAD target accuracy, diversifying revenue sources, and enhancing expenditure efficiency.

Keywords: regional financial performance, contribution of locally-generated revenue, regional financial ratios

Kata Kunci : Kata kunci: kinerja keuangan daerah, kontribusi pendapatan asli daerah, rasio keuangan daerah

  1. D4-2026-506136-abstract.pdf  
  2. D4-2026-506136-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-506136-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-506136-title.pdf