Adopsi teknologi pengendalian hama terpadu pada usahatani padi sawah di Kabupaten Bantul
NURWIDADA, Dr.Agr. Sri Peni Wastutiningsih
2005 | Tesis | S2 Agronomi/Pertanian BerkelanjutanPenelitian adopsi teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) pada usahatani padi sawah di Kabupaten Bantul bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi dan difusi teknologi PHT padi sawah serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive untuk pengambilan sampel kelompok berdasarkan jumlah kelompok sekolah lapangan pengendalian hama terpadu (SLPHT) padi dan terpilih lima kecamatan yaitu : Piyungan, Sewon, Jetis, Imogiri dan Kretek. Sampel petani diambil dari petani yang telah mengikuti SLPHT padi sebanyak 50 orang dan petani yang belum mengikuti SLPHT padi sebanyak 80 orang. Analisis data dilakukan dengan χ2 dan koefisien kontingensi pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang telah mengikuti SLPHT yang adopsinya tinggi sebanyak 98% dengan adopsi rata-rata komponen teknologi PHT padi sebesar 87,19%. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap adopsi teknologi PHT padi adalah motivasi petani dan ketersediaan input. Hubungan motivasi dan ketersediaan input terhadap adopsi bersifat positif artinya jika motivasi tinggi atau ketersediaan input tinggi akan menyebabkan adopsi juga tinggi. Petani yang belum mengikuti SLPHT yang difusinya tinggi sebanyak 91,25% dengan difusi komponen teknologi PHT rata-rata sebesar 87,92%. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap difusi teknologi PHT adalah jumlah saluran informasi yang digunakan sebagai sumber informasi. Hubungan antara difusi teknologi PHT dengan jumlah saluran informasi bersifat positif (meskipun lemah), artinya jika makin banyak saluran informasi yang digunakan, makin tinggi tingkat difusinya.
The study adoption of integrated pest management (IPM) technology on the cultivation of wet-land paddy rice in Bantul Regency was aimed to understand level of adoption and diffusion of IPM technology and the factors influencing on them. The study was done by purposive method based on numbers of IPM paddy field school or sekolah lapangan pengendalian hama terpadu (SLPHT) and selected five districts i.e Piyungan, Sewon, Jetis, Imogiri and Kretek. The samples comprised 50 paddy farmers who had attended the paddy IPM field school training and 80 paddy farmers without any attendance to similar trainings. The collected data were analyzed by operating chi-square and coefficient of contingency at 5% of level confidence. The results of this study showed that the percentage of paddy IPM-trained farmers with high adoption level was 98% with the average adoption of IPM technology components was of 87.19%. The factors significantly influencing IPM technology adoptions were farmer’s motivation and input availability. There was positive strong relation between the influencing variables and the adoption of IPM technology. Among the farmers without IPM-training background, 91.25% were high in diffusion level with the average diffusion of IPM technology components was 86,61%. The factor significantly influencing IPM technology diffusion was the number of information channel. There was positive weak relation between number of information channel and IPM technology diffusion.
Kata Kunci : Usahatani Padi Sawah,Pengendalian Hama Terpadu, IPM technology, adoption, diffusion