Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Pupuk SP36 dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan Casuarina equisetifolia Umur 3 Bulan di Pesisir Samas, Bantul

M. Hafidh Asshidiqi, Ir. Adriana, M.P.; Mochamat Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Tanaman cemara udang (Casuarina equisetifolia) dari hasil rehabilitasi lahan di Pesisir Samas mengalami kerusakan yang disebabhan oleh abrasi laut, penuaan pohon dan penebangan liar. Kondisi ini menyebabkan hempasan angin laut merusak lahan pertanian mayarakat. Untuk itu penanaman kembali tanaman cemara udang perlu dilakukan. Tanaman cemara udang selain berfungsi sebagai wind breaker juga berfungsi sebagai penyubur tanah karena kemampuannya dalam memfiksasi nitrogen. Untuk meningkatkan keberhasilan penanaman upaya pemeliharaan tanaman perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk SP36 dan mulsa organik, serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan C. equisetifolia umur 3 bulan di Pesisir Samas, Bantul.

Penelitian ini menggunakan Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan dua faktor percobaan, yaitu pemupukan (P0 = 0 g, P1 = 20 g, P2 = 40 g/tanaman) dan pemulsaan (M0 = tanpa mulsa, M1 = dengan mulsa (50 g serasah daun cemara/tanaman)). Terdapat 6 kombinasi perlakuan yaitu P0M0, P0M1, P1M0, P1M1, P2M0, P2M1. Terdapat 3 blok sebagai ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 5 tanaman. Jumlah bibit cemara udang yang digunakan yaitu 90 batang. Parameter yang diamati dan diukur adalah tinggi, diameter, jumlah cabang, dan lebar tajuk.

Pemberian pupuk SP36 tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman cemara yang diamati. Namun demikian, tanaman yang diberi pupuk 40 g/tanaman cenderung memiliki pertumbuhan yang relatif lebih baik. Perlakuan pemulsaan tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter yang diamati. Interaksi di antara kedua perlakuan tidak signifikan.

The casuarina trees (Casuarina equisetifolia) from the land rehabilitation efforts in the Samas Coast have been damaged due to sea abrasion, tree aging, and illegal logging. This condition causes sea winds to damage local farmland. Therefore, replanting casuarina trees needs to be carried out. Casuarina trees not only function as windbreaks but also help enrich the soil due to their ability to fix nitrogen. To increase the success of planting, efforts to maintain the trees need to be undertaken. This study aimed to determine the effect of SP36 fertilizer, organic mulch, and the interaction of both treatments on the growth of 3-month-old C. equisetifolia in Samas Coast, Bantul.

This experiment used a randomized complete block design with two treatment factors: fertilizer (0 (P0), 20 (P1), 40 (P2) g SP36/plant) and mulching (without mulch (M0), with mulch (50 g leaf litter of C. equisetifolia /plant) (M1)). There were six treatment combinations (P0M0, P0M1, P1M0, P1M1, P2M0, P2M1) and each consisted of five plants. There were three blocks as replications, resulting total number of seedlings was 90. The parameters observed and measured were height, diameter, number of branches, and crown width.

The application of SP36 fertilizer did not significantly affect any of the observed growth parameters. However, the fertilized plants at 40 g/plant tended to have relatively better growth. Mulching  did not significantly affect any of the parameters. The interaction of the two treatments was not significant.

Kata Kunci : Casuarina equisetifolia, pupuk SP36, mulsa organik, Pesisir Samas, pertumbuhan

  1. S1-2026-497573-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497573-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497573-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497573-title.pdf