PENGARUH WAKTU PANGKAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
Kamila Alvi Farah, Dody Kastono, S.P., M.P.; Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pangkas terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas mentimun (Cucumis sativus L.). Pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya yang dilakukan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Perbedaan waktu pemangkasan dan varietas diduga memberikan respons yang berbeda terhadap pertumbuhan maupun hasil mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2025 di Kebun Tridharma Banguntapan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian terdiri dari dua factor, yaitu waktu pangkas. Waktu pangkas terdiri dari tanpa pemangkasan (0 hst), pemangkasan umur 14 hst, dan pemangkasan umur 28 hst dengan varietas yang digunakan adalah Zatavy dan Cordova. Percobaan terdiri atas 18 plot dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan periodik tanaman, pengamatan destruktif, kandungan klorofil, serta parameter hasil panen. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan waktu pemangkasan memberikan pengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan mentimun, terutama pada parameter destruktif akar, batang, dan daun. Perlakuan pemangkasan menunjukkan pengaruh nyata terhadap perkembangan sistem perakaran serta pertumbuhan biomassa tanaman. Akan tetapi, perlakuan varietas maupun waktu pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter hasil panen berupa bobot segar buah dan jumlah buah. Meskipun demikian, perlakuan pemangkasan umur 14 hst menunjukkan kecenderungan memberikan respons pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, pemangkasan umur 14 hst berpotensi diterapkan dalam budidaya mentimun untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.
This study aims to determine the effect of pruning time on the growth and yield of two cucumber varieties (Cucumis sativus L.). Pruning is a cultivation technique carried out to regulate the vegetative and generative growth of plants so that it is expected to increase plant productivity. Differences in pruning time and varieties are thought to provide different responses to the growth and yield of cucumbers. The study was conducted from June to August 2025 at the Banguntapan Tridharma Garden, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The study consisted of two factors, namely pruning time. Pruning time consisted of no pruning (0 days after planting), pruning at 14 days after planting, and pruning at 28 days after planting with the varieties used being Zatavy and Cordova. The experiment consisted of 18 plots with three replications. Observation parameters included periodic plant growth, destructive observations, chlorophyll content, and harvest parameters. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Tukey's advanced test. The results showed that variety treatment and pruning time influenced several cucumber growth parameters, particularly the destructive parameters of roots, stems, and leaves. Pruning treatment showed a significant effect on root system development and plant biomass growth. However, neither variety treatment nor pruning time had a significant effect on harvest yield parameters, namely fresh fruit weight and number of fruits. However, pruning treatment at 14 days after planting (DAP) showed a tendency to provide better growth response and yield compared to other treatments. Thus, pruning at 14 days after planting has the potential to be applied in cucumber cultivation to support more optimal plant growth.
Kata Kunci : mentimun, waktu pangkas, pertumbuhan, hasil tanaman, pemangkasan