Risk Profiling atas Potensi Kehilangan Sumber Pendapatan Utama Akibat Perubahan Kewenangan SNPMB: Studi Kasus pada BPPP
Intan Dewi Permatasari, Siti Muslihah, S.E., M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan utama dapat menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan keuangan dan operasional organisasi ketika terjadi perubahan kebijakan atau kewenangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) sebagai Badan Layanan Umum yang memiliki ketergantungan terhadap pendapatan dari layanan SNBT dalam konteks penyelenggaraan SNPMB. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan risk profiling atas potensi kehilangan sumber pendapatan utama akibat perubahan kewenangan penyelenggaraan SNPMB, memahami pengelolaannya dalam praktik, mengidentifikasi kesiapan dan respons organisasi, serta menggambarkan potensi dampaknya apabila risiko terealisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan menempatkan satu risiko sebagai unit analisis. Data utama diperoleh melalui wawancara dengan tiga informan kunci, sedangkan Risk Register dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BPPP Tahun 2026 digunakan sebagai data dokumenter pendukung. Analisis menggunakan Framework dan Process ISO 31000:2018 sebagai lensa analisis untuk memahami praktik pengelolaan risiko serta what-if analysis untuk menggambarkan potensi dampak skenario terburuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang diteliti memiliki skor risiko inheren sebesar 25 (Very High) dan skor residual sebesar 25 (Very High), yang berada di atas risk appetite sebesar 11. BPPP telah merintis diversifikasi layanan dan pengembangan sumber pendapatan alternatif, tetapi pengendalian formal dan rencana kontinjensi khusus belum tersedia. Skenario terburuk berpotensi berdampak pada pendapatan, pembiayaan operasional, arus kas, program, SDM, dan keberlanjutan BPPP sebagai BLU.
Dependence on a single major revenue source may pose risks to an organization's financial and operational sustainability when changes in policy or authority occur. This issue is relevant to Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP), a Public Service Agency (Badan Layanan Umum or BLU) that relies on revenue from SNBT services in the context of the National Selection for New Student Admissions (SNPMB). This study aims to conduct risk profiling of the potential loss of the main revenue source due to changes in SNPMB authority, understand risk management practices, identify organizational readiness and responses, and describe the potential impacts if the risk materializes. This study employs a qualitative approach with a single-case study design, focusing on one risk as the unit of analysis. Primary data were obtained through interviews with three key informants, while BPPP's 2026 Risk Register and Business and Budget Plan (Rencana Bisnis dan Anggaran or RBA) were used as supporting documentary data. ISO 31000:2018 Framework and Process were used as analytical lenses to understand risk management practices, while what-if analysis was applied to describe the potential impacts of the worst-case scenario. The findings indicate that the risk has an inherent risk score of 25 (Very High) and a residual risk score of 25 (Very High), exceeding the risk appetite of 11. BPPP has initiated service diversification and the development of alternative revenue sources; however, formal controls and a specific contingency plan are not yet in place. The worst-case scenario could affect revenue, operational funding, cash flow, programs, human resources, and BPPP's sustainability as a BLU.
Kata Kunci : BPPP, ISO 31000:2018, Risk Profiling, SNPMB, What-if Analysis