Analisis Wacana: Strategi Narasi dalam Penggunaan Produk dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan pada Akun “lyfewithless” di Instagram
Dhiaraissa Balqis Agatha, Dr. Elok Santi Jesica, S.Pd., M.A.
2026 | Skripsi | Sosiologi
Berkembangnya media sosial turut mengubah cara pandang terhadap gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya melalui akun @lyfewithless di Instagram yang mengampanyekan gaya hidup minimalis serta pengurangan konsumsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal milik Kress dan van Leeuwen (2020) yang dilihat melalui kerangka teori masyarakat konsumsi milik Jean Baudrillard (1998). Empat konten dari akun @lyfewithless dipilih sebagai objek analisis yang mencakup empat topik, yaitu hemat energi, program dropbox empties yang berkolaborasi dengan merek kecantikan, kritik terhadap donasi sebagai justifikasi konsumsi, serta kritik terhadap penumpukan barang.
Penelitian ini menunjukkan kolaborasi antar elemen visual seperti palet warna alami, komposisi yang terlihat sederhana, serta penggunaan teks metafora guna menciptakan kesan kesederhanaan dan kesadaran lingkungan. Gabungan dari seluruh elemennya kemudian berkembang menjadi nilai-tanda serta simbol status yang dapat menandakan kesadaran moral sekaligus identitas kelas menengah urban. Simbol-simbol tersebut juga berpotensi untuk menyamarkan logika kapitalisme yang sebetulnya masih terkandung, seperti di balik adanya kolaborasi dengan merek tertentu maupun justifikasi tersembunyi. Terbentuknya nilai-tanda didasari oleh tiga alasan yang berkaitan, yaitu fungsi komunikatif (agar pesan dapat bersaing untuk mendapatkan atensi di media sosial), fungsi sosial (sebagai dasar legitimasi moral dan alat untuk membedakan kelompok), serta fungsi struktural (sebagai bagian dari proses reproduksi mitos konsumsi dalam sistem kapitalis). Bahasan soal gaya hidup ramah lingkungan dalam narasi-narasi yang disebarkan oleh akun @lyfewithless memiliki sifat dua sisi: di satu sisi berfungsi sebagai sarana dalam mengampanyekan kesadaran akan lingkungan, namun di sisi lain masih terikat pada logika konsumsi dalam masyarakat konsumsi.
The growth of social media has also changed the way people view eco-friendly lifestyles, with one example being the Instagram account @lyfewithless, which promotes a minimalist lifestyle and reduces consumption. This study adopts a qualitative approach, utilizing the multimodal discourse analysis method proposed by Kress and van Leeuwen (2020) and interpreted through the lens of Jean Baudrillard's (1998) theory of consumer society. Four pieces of content were uploaded and selected as the analysis subject, covering four topics: energy conservation, the dropbox empties program in collaboration with a beauty brands, criticism toward donations as a justification for consumption, and criticism of goods buildup
This study shows that visual elements such as a natural color palette, simple composition, and the use of metaphorical text, contributes to create a sense of simplicity and environmental awareness. The combination of all elements then evolved into a sign-value and a marker of status, which can signify moral awareness as well as the identity of the urban middle class. These symbols may also be used to conceal the underlying logic of capitalism, which is still present, such as through collaborations with specific brands or hidden justifications. The emergence of sign-value is based on three related reasons: the communicative function (to ensure messages stand out and gain attention on social media), the social function (as a basis for moral legitimacy and a tool to differentiate groups), and the structural function (as part of the process of reproducing the myth of consumption within the capitalist system). The topic of environmentally friendly lifestyle in the narratives spread by the account @lyfewithless has a duality: on one hand, it functions as a sincere environmental education tool, but on the other hand, it remains tied to the consumer society’s logic of consumption.
Kata Kunci : Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Nilai-Tanda, Masyarakat Konsumsi, Analisis Wacana Multimodal, @lyfewithless