Negotiating Patriarchal Marriage: A Narrative Analysis of Daenerys Targaryen in Game of Thrones Season 1 (2011)
Almira rhasesha, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Pernikahan patriarkal tetap menjadi mekanisme utama untuk mengatur subordinasi perempuan, dan narasi media memiliki peran penting dalam menampilkan pernikahan patriarkal sebagai sesuatu yang wajar. Game of Thrones (2011), karya David Benioff dan D.B. Weiss untuk HBO, menghadirkan Daenerys Targaryen sebagai perempuan yang ditukar oleh kakaknya kepada seorang pemimpin suku Dothraki demi mendapatkan pasukan sebagai harganya. Serial ini menceritakan konflik antara posisi yang diberikan kepadanya dan posisi yang ia bangun sendiri di dalam pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana negosiasi Daenerys dalam pernikahan yang dinarasikan dalam musim pertama Game of Thrones. Penelitian ini menggunakan struktur analisis naratif oleh Tzvetan Todorov yang dikembangkan oleh Lacey and Gillespie dan diadaptasi dalam penelitian ini, serta konsep patriarchal bargain oleh Deniz Kandiyoti untuk mengkaji bargaining Daenerys sepanjang narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Daenerys memuat dua tahap disrupsi dan bargaining-nya sejalan dengan konsep Kandiyoti, di mana ia menukar kepatuhan dengan keamanan yang bergantung pada suaminya. Namun pada puncak posisinya, ia bertindak melampaui batas yang diizinkan budaya bagi perempuan dengan memerintah laki-laki lain; otoritas ini hanya berlaku melalui suaminya, karena otoritas dalam suku Dothraki dipegang oleh laki-laki. Ketika suaminya terluka, posisinya mulai runtuh, yang menunjukkan betapa rapuhnya keamanan dalam konsep tersebut ketika keamanannya bergantung kepada orang lain. Ia kemudian menegosiasikan ulang posisinya dengan menawarkan perlindungan kepada pengikutnya demi kesetiaan. Penelitian ini mendukung penerapan konsep tersebut sekaligus memperluaskannya dengan mengungkap relasi kuasa yang belum tercakup. Kontribusi penelitian ini terletak pada bagaimana sebuah serial televisi merepresentasikan bargaining perempuan dalam pernikahan patriarkat sebagai proses pergeseran relasi kuasa.
Patriarchal marriage remains a central mechanism regulating women’s subordination, and media narratives play a significant role in presenting it as natural. Game of Thrones (2011), created by David Benioff and D.B. Weiss for HBO, presents Daenerys Targaryen as a woman traded by her brother to a Dothraki warlord in exchange for an army. The series narrates the conflict between the position given to her and the position she builds herself within her marriage. This research aims to analyse how Daenerys's negotiation within marriage is narrated in the first season of Game of Thrones. It uses Tzvetan Todorov’s narrative structure, as developed by Lacey and Gillespie and adapted in this study, along with Deniz Kandiyoti’s concept of patriarchal bargain to examine Daenerys’s bargaining throughout the narrative. The results show that Daenerys's narrative contains two disruptions, and her bargaining aligns with Kandiyoti’s concept, in which she trades compliance for security that depends on her husband. However, at the peak of her position, she acts past the limits the culture allows a woman by commanding other men; this authority holds only through her husband, since authority among the Dothraki belongs to men. When her husband is wounded, her position begins to collapse, showing how fragile the security of the bargain is when it depends on others. She then renegotiates her position by offering her followers protection in exchange for loyalty. This research supports the application of the concept while extending it, revealing power relations it does not yet cover. The contribution lies in how a television series represents women’s bargaining within patriarchal marriage as a process of shifting power relations.
Kata Kunci : Kata kunci: pernikahan patriarki, negosiasi, patriarchal bargain, dan analisis naratif./Keywords: Patriarchal marriage, negotiation, patriarchal bargain, and narrative analysis.