The Limits of Liberal Humanitarianism in 'New Wars': The Case Study of Yemen
Adnan Syarief, Yulida Nuraini Santoso, S.I.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Konflik di Yaman telah memicu salah satu krisis kemanusiaan paling katastrofik dalam sejarah umat manusia. Konflik ini juga disertai oleh salah satu respons kemanusiaan terbesar yang pernah dilakukan, dengan lebih dari US$23 miliar dana yang dimobilisasi serta lebih dari seratus organisasi yang beroperasi di seluruh wilayah Yaman. Namun, setelah satu dekade berlalu, situasi kemanusiaan di Yaman terus memburuk, sementara kondisi-kondisi struktural yang melahirkan penderitaan tetap tidak mengalami perubahan. Skripsi ini berupaya mengkaji mengapa kondisi tersebut terus berlangsung, dengan menganalisis bagaimana konteks struktural new war di Yaman memengaruhi bantuan kemanusiaan liberal serta keterbatasannya. Intervensi kemanusiaan di Yaman dipahami melalui konsep liberal humanitarianism yang dikemukakan oleh Michael Barnett, yang menjelaskan pergeseran mandat dan orientasi dalam komunitas kemanusiaan global dari sekadar memberikan bantuan darurat dan pertolongan kemanusiaan menuju upaya mengatasi akar penyebab konflik melalui pendekatan pembangunan (development) dan perdamaian (peacebuilding) yang lebih luas. Sementara itu, kerangka new wars dari Mary Kaldor digunakan untuk mengonseptualisasikan tipologi konflik yang berlangsung di Yaman sebagai bentuk konflik sipil kontemporer pasca-Perang Dingin yang ditandai oleh fragmentasi otoritas politik serta eksploitasi ekonomi perang, termasuk eksploitasi bantuan kemanusiaan sebagai salah satu sumber daya dalam konflik. Secara bersamaan, kondisi-kondisi tersebut menghadirkan tantangan yang khas sekaligus saling memperkuat bagi para aktor kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan mereka. Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena ambisi liberal yang dibawa oleh komunitas kemanusiaan internasional ke Yaman sejak tahun 2015. Dengan merujuk pula pada tipologi keterlibatan organisasi nonpemerintah (LSM) dalam complex political emergencies yang dikembangkan oleh Goodhand dan Hulme, skripsi ini berargumen bahwa kasus Yaman tidak mencerminkan kegagalan total dari ambisi kemanusiaan liberal, melainkan menunjukkan adanya kendala-kendala struktural yang membatasi pencapaiannya.
The conflict in Yemen has unleashed one of the most catastrophic humanitarian crises in human history. The conflict has also seen one of the most extensive humanitarian responses, with over US$23 billion mobilized and more than a hundred organizations operating across its fractured territory. Yet a decade on, the humanitarian situation continues to deteriorate, and the conditions that lead to suffering remain structurally intact. This thesis is an attempt to understand why, examining how the structural context of Yemen's 'new war' affects liberal humanitarian intervention and what this reveals about the limits of contemporary humanitarian intervention. The humanitarian intervention in Yemen is understood through Michael Barnett's concept of liberal humanitarianism, which traces a shift within the global humanitarian community to move beyond relief and emergency assistance toward addressing the root causes of conflict, incorporating development and peacebuilding approaches within their wider mandates. Mary Kaldor's 'new wars' framework helps this thesis conceptualize the typology of conflict unfolding in Yemen: a contemporary trend of post-Cold War intrastate conflict characterized by fragmented authorities and the exploitation of war economies, including humanitarian aid itself. Together, these conditions present a distinct and compounding challenge for humanitarian actors attempting to deliver and operationalize their assistance. The challenge is made all the more acute by the liberal ambitions that the international humanitarian community has carried into Yemen since 2015. Drawing also on Goodhand and Hulme's typology of NGO engagement in complex political emergencies, the thesis suggests that Yemen does not represent an outright failure of humanitarian endeavor but a structural constraint.
Kata Kunci : Liberal Humanitarianism, New Wars, Yemen, Humanitarian Intervention, Complex Political Emergencies, War Economy