Laporkan Masalah

Curahan Tenaga Kerja Pada Usaha Tani Di Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul

Briartha Nicoline Sinaga, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M. Ec. ; Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis besaran curahan tenaga kerja usaha tani berdasarkan jenis komoditas dan musim tanam, (2) mengetahui distribusi curahan tenaga kerja usaha tani berdasarkan tahapan kegiatan dalam usaha tani, (3) mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dalam usaha tani semusim, dan (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dalam usaha tani semusim di Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2025. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di dua kalurahan, yaitu Kalurahan Bleberan dan Kalurahan Plembutan, Kapanewon Playen. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui wawancara langsung terhadap 70 petani yang dipilih dengan proportional random sampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji Wilcoxon signed-rank, uji one sample Wilcoxon signed-rank, dan robust liniear regression dengan model logaritma natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja petani tanaman pangan lebih besar daripada petani hortikultura dan curahan tenaga kerja pada musim tanam I (MT I) lebih tinggi daripada musim tanam II (MT II). Tahapan pemanenan memiliki curahan tenaga kerja paling tinggi (27,66 HKO/tahun). Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp214.170,02/HKO lebih tinggi daripada UMK Gunungkidul tahun 2025 sebesar Rp101.949,00/HKO. Luas lahan dan upah tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja. Saran penelitian adalah (1) Petani di Kapanewon Playen dapat terus mengoptimalkan penggunaan TKDK yang digabungkan dengan teknologi pertanian yang tepat guna untuk menekan biaya upah dan memperkecil penggunaan pada TKLK, (2) Pemerintah atau lembaga terkait diharapkan dapat memberikan fasilitas bantuan teknologi pertanian skala kecil  terkhususnya pada tahap pemanenan untuk meringankan beban kerja fisik petani, sehingga mengoptimalkan kebutuhan tenaga kerja serta menjaga dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, (3) Peneliti selanjutnya, dapat menambahkan faktor-faktor lain yang diduga memiliki pengaruh tetapi belum dimasukkan dalam penelitian ini, seperti pendidikan petani, tingkat penyuluhan, dan penggunaan teknologi pertanian, (4) Peneliti selanjutnya, dapat meningkatkan responden petani hortikultura untuk memperoleh perbandingan curahan tenaga kerja usaha tani antara komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang lebih nyata dan memadai, dan (5) Peneliti selanjutnya dapat memisahkan tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin untuk memperoleh perbandingan antara curahan tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin.

This research aims to: (1) analyze the amount of farm labor allocation by commodity type and by planting season, (2) determine the distribution of farm labor allocation across farming activity stages, (3) determine the distribution the level of labor productivity, and (4) determine the factors affecting labor productivity in seasonal farming in Playen Sub-district Gunungkidul Regency. This research was conducted in November-Desember 2025. The research location was determined purposively in two villages, Bleberan Village and Plembutan, in Playen Sub-district. The basic method used was descriptive with a quantitative approach, involving direct interviews with 70 farmers selected using proportional random sampling. Data were analyzed using descriptive analysis, the Wilcoxon signed-rank test, the one-sample Wilcoxon signed-rank test, and robust linear regression with a natural logarithm model. The results showed that the food crop farmers allocated was greater than horticultural farmers, and labor allocation in the first planting season (MT I) was higher than the second planting season (MT II). The harvesting stage with the highest labor allocation (27,66 HKO/year) Labor productivity, at Rp214,170.02/HKO was higher than the 2025 Gunungkidul minimum wage (UMK) of Rp101,949.00/HKO. Land area and labor wages had a positive and significant effect on labor productivity. Research suggestions are (1) farmers in Playen Sub-district can continue to optimize family labor combined with appropriate agricultural technology to reduce wage costs and the use hired labor, (2) the government or relevant institutions are expected to provide small-scale agricultural technology assistance, particularly during the harvesting stage, to alleviate farmers’ physical workload, thereby optimizing labor requirements while maintaining and improving labor productivity, (3) future researchers can add other factors suspected to have an influence but not yet included in this research, such as farmer education, extension service levels, and the use of agricultural technology, (4) future researchers can increase the sample size of horticultural farmer to obtain a more accurate and adequate comparison of labor allocation between food crops and horticultural crops, and (5) future researcher can separate labor by gender to obtain a comparison of labor input based on gender. 

Kata Kunci : curahan tenaga kerja, produktivitas tenaga kerja, usaha tani semusim, Harian Kerja Orang (HKO)

  1. S1-2026-504390-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504390-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504390-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504390-title.pdf