Pengaruh Penghindaran Pajak terhadap Stock Price Crash Risk dengan Kualitas Audit sebagai Variabel Pemoderasi (Studi pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022–2024)
Jihad Muammar Fauzan, Hilda Octavana Siregar, S.E., M.Acc.
2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penghindaran pajak terhadap stock price crash risk (SPCR) pada periode berikutnya serta peran kualitas audit sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Sampel terdiri dari 56 perusahaan (168 observasi firm-year) yang dipilih dengan purposive sampling. Penghindaran pajak diukur dengan 1 ? CETR, kualitas audit diproksikan dengan afiliasi KAP Big Four, dan SPCR diukur dengan variabel dummy CRASH. Data dianalisis menggunakan regresi logistik dengan ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghindaran pajak berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap SPCR (B = 1,919; p = 0,154), kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap SPCR (B = 0,090; p = 0,851), dan kualitas audit tidak memoderasi hubungan penghindaran pajak dan SPCR (B = ?0,402; p = 0,845). Di antara variabel kontrol, hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh negatif dan signifikan (B = ?0,309; p = 0,029). Temuan ini mengindikasikan bahwa pada sampel penelitian, penghindaran pajak dan kualitas audit belum menjadi faktor yang menjelaskan SPCR, sedangkan ukuran perusahaan berkaitan dengan SPCR.
This study aims to examine the effect of tax avoidance on subsequent-period stock price crash risk (SPCR) and the moderating role of audit quality among Consumer Non-Cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. The sample consists of 56 companies (168 firm-year observations) selected through purposive sampling. Tax avoidance is measured by 1 ? CETR, audit quality is proxied by Big Four audit firm affiliation, and SPCR is measured using the CRASH dummy variable. Data were analyzed using logistic regression, with firm size, leverage, and profitability as control variables. The results show that tax avoidance has a positive but insignificant effect on SPCR (B = 1.919; p = 0.154), audit quality has no significant effect on SPCR (B = 0.090; p = 0.851), and audit quality does not moderate the relationship between tax avoidance and SPCR (B = ?0.402; p = 0.845). Among the control variables, only firm size has a negative and significant effect (B = ?0.309; p = 0.029). These findings indicate that, in this sample, tax avoidance and audit quality do not explain SPCR, whereas firm size is associated with it.
Kata Kunci : Penghindaran Pajak, Stock Price Crash Risk, Kualitas Audit, Consumer Non-Cyclicals, Regresi Logistik