Laporkan Masalah

Praktik Governmentality Dalam Sektor Pangan Kasus Peternakan Ayam Broiler di Indramayu, Jawa Barat

Saskia Novitriani, Dr. Indah Surya Wardhani, S.Sos., M.Sc.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Ketahanan pangan mendorong peningkatan produktivitas ketahanan pangan, termasuk melalui modernisasi sektor peternakan ayam broiler. Peningkatan ini dibangun tidak hanya melalui teknologi dan standar, tetapi juga dengan berbagai pengarahan yang membentuk cara peternak menjalankan usahanya. Pengarahan yang diterapkan berhasil membuat peternak patuh dan percaya akan cara ideal yang dibentuk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aturan yang ada tidak hanya untuk peningkatan produktivitas, tetapi juga untuk mengarahkan conduct peternak secara halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modernisasi peternakan yang beroperasi sebagai governmentality serta menganalisis pasang surutnya sebagai conduct peternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan illustrative case di Desa Tenajar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Analisis penelitian ini menggunakan kerangka pelacakan governmentality menurut Mitchel Dean (2010), yakni fields of visibility, forms of knowledge,, techniques, dan formation of subject. Hasil analisis mengungkap kepatuhan peternak tidak hanya berjalan karena adanya paksaan, melainkan melalui serangkaian kondisi yang membuat patuh menjadi pilihan yang terlihat rasional. Akan tetapi, kepatuhan mengalami pasang surut ketika berhadapan langsung dengan kondisi konkrit di lapangan. Hasilnya, penelitian ini menggambarkan governmentality dalam modernisasi peternakan mampu mengarahkan conduct peternak, akan tetapi terdapat batas-batas kepatuhan ketika ketika empat dimensi dari Mitchel Dean (2010) tidak dapat dipenuhi dengan baik.

Food security drives increased productivity, including through the modernization of the broiler chicken farming sector. This improvement is built not only through technology and standards, but also through various directives that shape how farmers run their businesses. The implemented directives have succeeded in making farmers comply with and believe in the ideal methods established. This condition indicates that existing regulations are not only for increasing productivity but also to subtly direct farmer behavior. This study aims to analyze livestock modernization that operates as governmentality and analyze its ebb and flow as farmer behavior. This study uses a qualitative, interpretive approach with an illustrative case in Tenajar Village, Indramayu Regency, West Java. This research analysis uses the governmentality tracking framework according to Mitchell Dean (2010), namely fields of visibility, forms of knowledge, techniques, and formation of the subject. The analysis reveals that farmer compliance does not occur solely due to coercion, but rather through a series of conditions that make compliance a seemingly rational choice. However, compliance experiences ebbs and flows when faced directly with concrete conditions in the field. The result, this study describes that governmentality in livestock modernization is able to direct the behavior of livestock farmers, however there are limits to compliance when the four dimensions of Mitchel Dean (2010) cannot be fulfilled properly.

Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Governmentality, Modernisasi Peternakan, Ayam Broiler, Subjektivitas Peternak

  1. S1-2026-505470-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505470-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505470-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505470-title.pdf