Peran Mikoriza Dalam Pengelolaan Gulma di Pertanaman Jagung (Zea mays L.)
Desy Wulandari, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. ; Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Gulma merupakan kompetitor
penting pada pertanaman jagung, sedangkan penggunaan herbisida secara berulang
dapat mengubah komunitas gulma dan meningkatkan tekanan terhadap lingkungan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran fungi mikoriza arbuskula (FMA) yang
diaplikasikan melalui seed coating dalam pengelolaan gulma serta
pertumbuhan dan hasil jagung pada kondisi dengan dan tanpa herbisida.
Penelitian dilaksanakan Februari-Mei 2026 di Mahameru Bio-Farm, Cangkringan,
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap
dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa mikoriza
tanpa herbisida (H0M0), mikoriza tanpa herbisida (H0M1), mikoriza dengan
glifosat (H1M1), tanpa mikoriza dengan glifosat (H1M0), mikoriza dengan
metsulfuron (H2M1), dan tanpa mikoriza dengan metsulfuron (H2M0).
Pengamatan meliputi vegetasi gulma, kolonisasi akar, pertumbuhan
vegetatif, parameter fisiologis, biomassa, dan komponen hasil. Analisis
vegetasi awal menemukan 29 spesies gulma dengan dominasi daun lebar (45,80%)
dan gulma tahunan (62,90%); Commelina diffusa mempunyai SDR awal
tertinggi (15,10%). Komunitas gulma antarperlakuan bersifat heterogen dan
tingkat kemiripannya menurun pada beberapa pasangan perlakuan seiring waktu.
Inokulasi FMA menghasilkan infeksi akar tinggi, sekitar 89–91%, dan tidak
menunjukkan penurunan nyata akibat glifosat maupun metsulfuron pada kondisi
penelitian. Perlakuan H1M1 menghasilkan pertumbuhan vegetatif paling kuat,
antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan biomassa. Pada
saat panen, seluruh komponen hasil berbeda nyata antara kontrol dan kelompok
perlakuan, sedangkan mikoriza tidak berbeda nyata dengan masing-masing
herbisida pada komponen hasil yang diamati. Hasil ini menunjukkan bahwa seed
coating FMA berpotensi memperkuat daya saing jagung terhadap gulma dan
dapat diintegrasikan dengan pengelolaan gulma berbasis herbisida.
Weeds are important competitors
in maize production, while repeated herbicide use may alter weed communities
and increase environmental pressure. This study evaluated the role of
arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) applied through seed coating in weed management
and maize growth under herbicide and non-herbicide conditions. The experiment
was conducted from February to May 2026 at Mahameru Bio-Farm, Cangkringan,
Sleman, Yogyakarta, using a randomized complete block design with six
treatments and three replications. Treatments consisted of no mycorrhiza
without herbicide (H0M0), mycorrhiza without herbicide (H0M1), mycorrhiza with
glyphosate (H1M1), no mycorrhiza with glyphosate (H1M0), mycorrhiza with
metsulfuron (H2M1), and no mycorrhiza with metsulfuron (H2M0). Weed vegetation,
root colonization, vegetative growth, physiological traits, biomass, and yield
components were observed. The initial vegetation analysis recorded 29 weed
species, dominated by broadleaves (45.80%) and perennial weeds (62.90%); Commelina
diffusa had the highest initial SDR (15.10%). Weed communities remained
heterogeneous among treatments, and community similarity declined over time in
several treatment pairs. AMF inoculation produced high root infection
(approximately 89–91%) and was not significantly reduced by glyphosate or
metsulfuron under the tested conditions. The H1M1 treatment consistently
produced the strongest vegetative growth, including plant height, leaf number,
stem diameter, and biomass. At harvest, all yield components differed significantly
between the untreated control and the treated group, whereas mycorrhiza alone
did not differ significantly from either herbicide treatment for the measured
yield components. These findings indicate that seed-coated AMF can strengthen
maize competitiveness against weeds and can be integrated with herbicide-based
weed management.
Kata Kunci : Kata kunci: fungi mikoriza arbuskula, herbisida, jagung, pengelolaan gulma, seed coating ; Keywords: arbuscular mycorrhizal fungi, herbicide, maize, seed coating, weed management