Media Framing and Political Discourse: News Framing Analysis of the ABC's Coverage on the Israel-Palestine War in the Context of Governance and Society During March 31srt and June 29th 2024
Raissa Serafina Rayendra, Adam Wijoyo Sukarno, S.IP., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Selang perang Israel-Palestina berlanjut, berbagai kanal media diminta untuk mempublikasi berita berkualitas tinggi untuk menerangkan kepada audiensnya terkait perkembangan terbarunya. Di tengah diskursus yang mempolarisasikan, kanal media milik Australia ABC News dituduh mempromosikan framing pro-Israel di publikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tuduhan tersebut dengan cara menganalisis bagaimana beberapa artikel onlinenya membingkai perang tersebut dan apa korelasinya pada koneksi institusional ABC News kepada pemerintahan Australia sebagai penyiar publik negara tersebut. Penelitian ini menggunakan teori framing berita milik Entman dan dikolaborasikan dengan pedoman jurnalisme sensitif terhadap konflik untuk melaksanakan analisis kontennya. Dengan lembar pengodean, penelitian ini dapat menentukan bahwa sikap politik yang mendasari kebanyakan publikasi berfluktuasi tetapi cenderung untuk mengambil sikap pro-Israel dan secara khusus mempromosikan solusi dua negara yand dimana pemerintah Australia juga membelanya di panggung internasional. Hal tersebut dapat dilihat dari bahasa, sumber, dan fokus isu yang digunakan dalam menjelaskan perkembangan perang terbaru. Publikasi-publikasinya juga cenderung mengambil sikap lebih tegas untuk menentang narasi pro-Israel jika tim ABC atau pemerintahan Australia secara keseluruhan mendapatkan dampak. Peneliti mengakui bahwa ukuran sampelnya terlalu sempit untuk menentukan apakah framing ini merata pada medium konten ABC News lainnya. Terlepas dari itu, peneliti ini dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk meneliti lebih lanjut mengenai ekosistem media Australia yang lebih luas. Memahami hal ini dapat mengingatkan para audiens untuk mendiversifikasikan sumber berita mereka supaya tidak menjadi korban narasi yang direkayasa.
As the Israel-Palestine war continues, news media outlets are demanded to deliver high quality journalism to inform the audience of the latest developments. In the midst of the polarizing discourse, Australia’s ABC News had been accused of promoting a pro-Israel framing in its publications. This research aims to investigate this claim by analyzing how a number of their online articles frame the war and how it correlates back to the ABC News’ institutional connection to the Australian government as a public broadcaster. This research utilizes Entman’s news framing theory and collaborates it with conflict sensitive journalism guidelines to perform its content analysis. Using a coding sheet, this research is able to determine that the underlying political stance of many ABC News publications fluctuate but tend to take a pro-Israel position and specifically promote a two-state solution that the Australian government also champion in foreign affair discourse. This is seen through its use of language, sources, and issue focus when explaining the war’s latest developments. The publications also tend to take a firmer stance against a pro-Israel position when it directly affects its ABC crew or the Australian government as a whole. The researcher acknowledges that the sample size is too small to determine whether this framing is prevalent in other content mediums published by the ABC. Regardless, this research can be used as a stepping stone for further research of the wider Australian media environment. Understanding this helps to remind the audience to diversify their news sources to avoid falling victim to engineered narratives.
Kata Kunci : Israel-Palestine war, news framing, Australia, conflict sensitive journalism, media systems.