Analisis pengelolaan Kas daerah pada Pemerintah Daerah Propinsi DIY
WAHYUNI, Rr. Fitri Diah, Irwan Taufik Ritonga, SE.,M.Bus
2005 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk menangkap peluang-peluang pemanfaatan idle cash secara efektif dan efisien dan mengetahui seberapa besar peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui investasi kas daerah pada Pemerintah Propinsi DIY. Dengan mengetahui besarnya dana yang menganggur (idle cash) dapat diupayakan suatu investasi jangka pendek seperti deposito untuk memberikan nilai tambah (added value). Dengan mengkaji prospek investasi pada 4 bank pemerintah (BPD Propinsi DIY, BTN Cabang Yogyakarta, BRI Cabang Yogyakarta dan BNI’46 Cabang Yogyakarta) serta 1 bank Pasar yaitu Bank Pasar Bantul, dapat diketahui besarnya perolehan bunga deposito. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa : data realisasi Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 1999-2003, laporan bulanan realisasi APBD Propinsi DIY tahun anggaran 2004, suku bunga pasar tahun 2004, neraca komperatif Pemerintah Propinsi DIY per 31 Desember 2004 dan per 31 Desember 2003. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif yaitu menggunakan data arus kas masuk dan arus keluar dari laporan bulanan realisasi APBD sebagai dasar penyusunan anggaran kas. Idle cash dapat dicari dengan mengurangkan saldo kas akhir dengan saldo kas minimal sebagai cadangan. Metode kualitatif yaitu dengan menganalisis prospek kebijakan yang berlaku pada Pemda setempat. Berdasarkan analisis data dapat diketahui perolehan bunga deposito dan tabungan yang paling tinggi pada tahun 2004 adalah pada Bank Pasar Bantul sebesar Rp. 25.215.638.304,60,-, sedangkan perbandingan antara 4 bank pemerintah perolehan bunga tabungan paling tinggi adalah produk tabungan Batara dari BTN Cabang Yogyakarta sebesar Rp 17.267.726.433,47,- dan perolehan bunga deposito paling tinggi adalah produk deposito dari BTN Cabang Yogyakarta sebesar Rp 17.780.944.748,14,-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kas mempunyai potensi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
This research aims to capture opportunities of idle cash as effectively and efficiently, beside that is to understand the number of increase of Regional Original Income through out regional cash investment at Province Government of Yogyakarta Special Region. By finding out the number of idle cash, we can invest in short term investment such as deposit to give more added value. By studying the prospect of investment to four government banks (BPD province of DIY, BTN branch of Yogyakarta, BTN branch of Yogyakarta, BRI branch of Yogyakarta, and BNI’46 branch of Yogyakarta) and 1 Bank Pasar that is Bank Pasar Bantul, it can be known the acquirement of deposit interest. Data used in this research was primary and secondary data. Primary data was obtained from an interview and secondary data such as data RAPBD year of 1999-2003, RAPBD monthly report of budget year 2004, market interest year of 2004, balance sheet end of December 2003 & 2004 of Province Government of Yogyakarta Special Region. The analysis methods used in this research were quantitative and qualitative methods. The quantitative method used cash inflow and cash outflow from RAPBD montly report as a basic to make cash budget. Idle cash can be determined by eliminating the final cash balance with the minimun cash budget. The qualitative method used is by analysing the prospect of policy that is used in this Province Government. Based on data analysis can be known the acquirement of deposit interest and saving interest of year 2004, the highest value showed was the deposit and saving product of Bank Pasar Bantul with amount of Rp 25.215.638.304,60,- while comparison among four government banks, the highest value acquirement of saving interest was Batara product from BTN branch of Yogyakarta with amount of Rp 17.267.726.433,47,- and the highest value acquirement of deposit interest was deposit product from BTN branch of Yogyakarta with amount of Rp 17.780.944.748,14,-. Result of this research indicated that the cash management have the potency in increasing the Regional Original Income.
Kata Kunci : Manajemen Kas, Pengelolaan Kas Daerah, Cash Management, Idle Cash.