Laporkan Masalah

Pengaruh Pendekatan Fraud Hexagon Terhadap Indikasi Kecurangan Pada Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2021—2025

Nathaniela Damayanti, Siti Muslihah, S.E., M.Sc., CFP,. CMA

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adanya indikasi kecurangan laporan keuangan pada subsektor perbankan melalui pendekatan Teori Fraud Hexagon. Komponen dalam Teori Fraud Hexagon direpresentasikan melalui variabel-variabel proksi, yaitu tekanan (target finansial dan kepentingan finansial personal), kesempatan (proporsi komisaris independen), rasionalisasi (pergantian auditor), kemampuan (masa jabatan CEO), arogansi (frekuensi foto CEO), dan kolusi (jabatan rangkap komisaris independen). Indikasi kecurangan laporan keuangan diukur menggunakan pendekatan Beneish M-Score, dengan populasi perusahaan subsektor perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2021–2025. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dan menghasilkan 141 data observasi yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel independen yang diuji, komponen rasionalisasi dengan proksi pergantian auditor berpengaruh negatif terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan.

The purpose of this study is to examine factors that influencing the indication of financial statement fraud in the banking sub-sector through the Fraud Hexagon Theory approach. The components of Fraud Hexagon Theory are represented by proxy variables, namely stimulus (financial target and personal financial need), opportunity (proportion of independent commissioners), rationalization (change in auditor), capability (CEO tenure), ego (frequent number of CEO’s picture), and collusion (concurrent position independent commissioners). The indication of financial statement fraud is measured using the Beneish M-Score model, with a population comprising banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2025. The sample was selected using purposive sampling technique, resulting 141 observational data analyzed using quantitative logistic regression method. The results indicate that of all independent variables examined, the rationalization component proxied by change in auditor have a negative effect on the indication of financial statement fraud. 

Kata Kunci : Fraud, Hexagon, Tekanan, Kesempatan, Rasionalisasi, Kemampuan, Arogansi, Kolusi, Beneish M-Score

  1. D4-2026-494660-abstract.pdf  
  2. D4-2026-494660-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-494660-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-494660-title.pdf