Analisis Faktor Minat Huni dan Strategi Optimalisasi Tingkat Hunian (Studi Kasus: Rusunawa Joho di Kabupaten Sukoharjo)
Riana Nur Cahya Putri, Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc.,
2026 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Rusunawa
Joho merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang disediakan sebagai
hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan kapasitas 310 unit.
Tingkat huniannya berfluktuasi selama 2018–2025 dan turun menjadi 35% pada
tahun 2025, sehingga pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat huni calon penghuni,
menentukan prioritas atribut bagi penghuni, dan merumuskan strategi
optimalisasi tingkat hunian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan data dari kuesioner kepada 100 calon penghuni (accidental sampling)
dan 110 penghuni (rumus Slovin), serta wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Data dianalisis dengan regresi linier berganda, Importance Performance
Analysis (IPA), dan analisis SWOT. Hasil regresi menunjukkan bahwa kondisi
fisik bangunan, fasilitas, pelayanan, dan aksesibilitas berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat huni, sedangkan harga sewa tidak signifikan.
Aksesibilitas adalah variabel paling dominan, dan kelima variabel secara
simultan menjelaskan 79,4% variasi minat huni (Adjusted R^2 = 0,794).
Hasil IPA menunjukkan tingkat kesesuaian keseluruhan 100,89%, dengan 10 item di
Kuadran I. Prioritas utama perbaikan adalah pemeliharaan dan perbaikan bangunan
serta fasilitas (kesesuaian 91,70%). Analisis SWOT menempatkan Rusunawa Joho
pada Kuadran I (0,377; 0,403) dengan strategi S-O. Strategi yang dirumuskan
meliputi promosi digital, pelayanan pengelola yang cepat dan responsif sebagai
nilai jual, serta penyediaan informasi aksesibilitas lokasi, dengan dukungan
anggaran pemeliharaan dari pemerintah daerah.
Rusunawa
Joho is a Sukoharjo Regency government asset providing housing for low-income
communities, with a capacity of 310 units. Its occupancy rate fluctuated during
2018–2025 and fell to 35% in 2025, indicating that the units have not been
optimally utilized. This study aims to identify the factors influencing
prospective residents’ housing interest, determine priority attributes for
current residents, and formulate strategies to optimize the occupancy rate. A
quantitative approach was applied, using questionnaires from 100 prospective
residents (accidental sampling) and 110 current residents (Slovin formula),
together with interviews, observations, and documentation. The data were
analyzed using multiple linear regression, Importance Performance Analysis
(IPA), and SWOT analysis. The regression results show that building physical
condition, facilities, services, and accessibility have positive and
significant effects on housing interest, while rental price is not significant.
Accessibility is the most dominant variable, and the five variables together
explain 79.4% of the variation in housing interest (Adjusted R^2 = 0.794). The IPA shows an overall
conformity level of 100.89%, with 10 items in Quadrant I. The main priority for
improvement is building and facility maintenance and repair (conformity of
91.70%). The SWOT analysis places Rusunawa Joho in Quadrant I (0.377; 0.403),
pointing to an S-O strategy. The proposed strategies include digital promotion,
fast and responsive management services as a selling point, and accessibility information
for the location, supported by a maintenance budget from the local government.
Kata Kunci : Analisis SWOT, Minat Huni, Optimalisasi Aset, Rusunawa, Tingkat Hunian