Analisis Faktor Pendorong dan Penghambat Niat Adopsi PLTS Atap Rumah Tangga di Indonesia dengan Keinovatifan Individu dan Orientasi Masa Depan sebagai Variabel Moderasi
Hayyu Latifah, Rokhima Rostiani, S.E., M.Mgt.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi persepsi manfaat ekonomi, inisiatif pemerintah, persepsi risiko finansial, dan hambatan institusional terhadap niat adopsi PLTS atap rumah tangga di Indonesia serta menguji keinovatifan individu dan orientasi masa depan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel diperoleh menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan dengan kriteria responden berusia di atas 25 tahun, memiliki hak pengambilan keputusan terkait pemasangan PLTS atap di tempat tinggalnya, memiliki pengetahuan dasar mengenai PLTS atap rumah tangga, dan belum memasang PLTS atap. Sebanyak 232 responden memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat ekonomi dan inisiatif pemerintah berasosiasi positif terhadap niat adopsi, sedangkan persepsi risiko finansial dan hambatan institusional berasosiasi negatif terhadap niat adopsi. Tidak ditemukan bukti yang cukup bahwa keinovatifan individu memoderasi asosiasi persepsi manfaat ekonomi maupun inisiatif pemerintah terhadap niat adopsi. Orientasi masa depan juga tidak ditemukan bukti yang cukup bahwa OM memoderasi asosiasi persepsi risiko finansial maupun hambatan institusional terhadap niat adopsi. Model penelitian memiliki R² adjusted sebesar 0,528, yang menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 52,8% variasi niat adopsi PLTS atap rumah tangga.
This study aims to analyze the effect of perceived economic benefits, government initiatives, perceived financial risk, and institutional barriers on household rooftop solar PV adoption intention in Indonesia, as well as to examine personal innovativeness and future orientation as moderating variables. This study employed a quantitative approach using a questionnaire as the data collection instrument. The sample was selected through purposive sampling based on the following criteria, respondents were over 25 years old, had decision-making authority over rooftop solar PV installation at their residence, had basic knowledge of household rooftop solar PV, and had never installed rooftop solar PV. A total of 232 eligible respondents were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that perceived economic benefits and government initiatives had positive effects on adoption intention, while perceived financial risk and institutional barriers had negative effects on adoption intention. No sufficient evidence was found that personal innovativeness moderated the effect of perceived economic benefits or government initiatives on adoption intention. Similarly, insufficient evidence was found that future orientation also does not moderate the effects of perceived financial risk or institutional barriers on adoption intention. The research model has an adjusted R² of 0,528, indicating that the model explained 52,8% of the variance in household rooftop solar PV adoption intention.
Kata Kunci : PLTS atap, niat adopsi, manfaat ekonomi, inisiatif pemerintah, risiko finansial, hambatan institusional, keinovatifan individu, orientasi masa depan.