Laporkan Masalah

STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHA TANI BAWANG MERAH PADA LAHAN PASIR PANTAI DAN LAHAN SAWAH DI KAPANEWON KRETEK KABUPATEN BANTUL

Naya Mashita Azhar, Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc.; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.; Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Usaha tani bawang merah merupakan salah satu kegiatan pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan pada berbagai kondisi agroekosistem. Di Kabupaten Bantul, bawang merah dibudidayakan pada lahan pasir pantai dan lahan sawah yang memiliki karakteristik fisik serta sistem pengelolaan usaha tani yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pendapatan usaha tani bawang merah pada lahan pasir pantai dan lahan sawah dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bantul Tahun 2025, (2) menganalisis perbedaan pendapatan usaha tani bawang merah pada kedua jenis lahan, dan (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani bawang merah pada lahan pasir pantai di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan wawancara terhadap 41 petani yang aktif mengusahakan bawang merah pada kedua jenis lahan selama November 2024 - Oktober 2025. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan deskriptif, One Sample Wilcoxon Signed Rank Test, Independent Samples t-test, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usaha tani bawang merah pada lahan pasir pantai sebesar Rp17.032.837,58 per usaha tani atau Rp105.410.768,42 per hektar per tahun, sedangkan pada lahan sawah mencapai Rp29.517.961,30 per usaha tani per tahun atau Rp186.909.098,61 per hektar per tahun. Pendapatan lahan pasir secara signifikan lebih rendah dibandingkan UMK Bantul Tahun 2025, sedangkan pendapatan lahan sawah tidak berbeda signifikan dengan UMK. Terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara kedua jenis lahan, dengan pendapatan lahan sawah lebih tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa harga bibit berpengaruh negatif, sedangkan luas lahan, tingkat pendidikan, dan pengalaman usaha tani berpengaruh positif terhadap pendapatan lahan pasir. Koefisien positif harga pestisida mencerminkan perbedaan antara petani yang menggunakan dan tidak menggunakan pestisida.

Shallot farming is an important agricultural activity with high economic value and is cultivated under various agroecosystem conditions. In Bantul Regency, shallot is cultivated on both sandy coastal land and irrigated land, which have different physical characteristics and farming management systems. This study aims to: (1) analyze the income of shallot farming on sandy coastal land and irrigated land in comparison with the 2025 Bantul Regency Minimum Wage (UMK), (2) analyze differences in shallot farming income between the two land types, and (3) identify factors affecting shallot farming income on sandy coastal land in Kretek Subdistrict, Bantul Regency. The study used a descriptive approach and was conducted through interviews with 41 farmers who actively cultivated shallots on both land types during November 2024 - October 2025. Data were analyzed using descriptive income analysis, the One Sample Wilcoxon Signed Rank Test, Independent Samples t-test, and multiple linear regression. The results showed that average income on sandy coastal land was Rp17,032,837.58 per farm per year or Rp105,410,768.42 per hectare per year, while income on irrigated land reached Rp29,517,961.30 per farm per year or Rp186,909,098.61 per hectare per year. Income on sandy coastal land was significantly below the 2025 Bantul UMK, whereas income on irrigated land was not significantly different from the UMK. There was a significant difference in income between the two land types, with irrigated land generating higher income. Regression analysis showed that seed price had a negative effect, while land area, education level, and farming experience had positive effects. The positive coefficient of pesticide price reflected differences between farmers who used and did not use pesticides.

Kata Kunci : pendapatan usaha tani, lahan pasir pantai, lahan sawah, bawang merah, komparasi pendapatan

  1. S1-2026-498167-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498167-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498167-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498167-title.pdf