Laporkan Masalah

Penerbitan Obligasi Daerah menuju kemandirian pembiayaan pembangunan daerah :: Studi kasus pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman

HARDIAN, Iwan Iswanto, Wiwin Rahmanti, SE.,M.Com

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan bagi suatu pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam rangka otonomi daerah, yang disesuaikan dengan kemampuan Pemerintah Daerah yang bersangkutan dalam hal pembayaran kembali pokok hutang beserta bunganya. Selain itu, apakah pilihan atas penerbitan obligasi daerah merupakan pilihan terbaik dari instrumen keuangan lainnya, dalam hal ini pinjaman ke bank. Penelitian ini menggunakan metode penilaian deskriptif dengan meninjau dan mengidentifikasi objek dan menggunakan pendekatan secara langsung melalui wawancara dengan beberapa staf dan pejabat di kalangan kedua pemerintah daerah di atas. Data didapatkan dengan menganalisa laporan keuangan objek penelitian pada 2 tahun terakhir untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan mereka. Berdasarkan pengujian, diketahui bahwa kedua pemerintah daerah mempunyai kemampuan dalam hal keuangan daerah untuk menerbitkan obligasi daerah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan DSCR dan pembatasan pinjaman oleh pemerintah berdasarkan PP No. 107 tahun 2000. Perbandingan analisa perhitungan atas sumber-sumber pembiayaan melalui pinjaman bank dan obligasi daerah, terbukti bahwa menggali sumber dana melalui penerbitan obligasi daerah membuat beban APBD akan lebih ringan. Ini menunjukkan prospek penerbitan obligasi daerah ke depan sangat menjanjikan, baik bagi pemerintah daerah agar dapat meneruskan proyek pembangunan daerah yang membutuhkan dana besar, maupun bagi masyarakat daerah tersebut yang akan menikmati hasil pembangunan tersebut.

The main purpose of this research is to analyze municipal bond issuance as financing alternative for a local government, in this case Yogyakarta Local Government and Sleman Local Government, in order to regional autonomy, which adapted by related local government ability to pay the interest and principal amount. The other purpose is to compare the municipal bond issuance with the other financial instrument, a bank loan, to know which one is better. This research is using descriptive valuation method with observe and identify the object and using direct approachment by interviewing some staff and heads of division at two local governments above. Data gathered with analyze the object financial statements at last two years to know the clear picture of their financial condition. By some tests, the results are indicate that both of the local governments have the ability in regional financial to issue the municipal bonds. Tests done with using DSCR and the loan limitation by the central government based on PP No. 107 year 2000. The calculation analyze comparison of financing sources by loan bank and municipal bonds, proven that digging funding sources by issue the municipal bonds makes APBD expenses will be more light. It showed that the prospect of issuing municipal bonds forward is very promising, for the local governments so they can continue the regional development project that needs big fund, as well as the society of the region that will be enjoy the development results.

Kata Kunci : Obligasi Daerah,Pembangunan Daerah, Municipal Bond, Regional Autonomy, Financial Instrument, DSCR, Regional Development


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.