Laporkan Masalah

Perempuan, Alam, dan Krisis Iklim: Studi Ekofeminisme pada Kelompok Petani Perempuan Karisma di Kulon Progo

Abel Alma Putri, Nur Azizah, S.IP., M.Sc.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Krisis iklim meningkatkan kerentanan masyarakat pertanian, terutama petani perempuan yang sering menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik pertanian lestari yang dijalankan oleh Kelompok Petani Perempuan Karisma di Kulon Progo, Yogyakarta, berfungsi sebagai strategi adaptasi terhadap krisis iklim sekaligus sarana pemberdayaan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota Kelompok Petani Perempuan Karisma, Solidaritas Perempuan Kinasih, serta informan pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karisma menerapkan pertanian lestari berbasis pengetahuan lokal melalui penggunaan benih lokal, pupuk organik, pengendalian hama ekologis, dan diversifikasi tanaman. Praktik tersebut mendukung keberlanjutan lingkungan, memperkuat ketahanan terhadap dampak krisis iklim, serta mengurangi ketergantungan pada input kimia. Selain itu, Karisma menjadi ruang kolektif yang memperluas akses perempuan terhadap pengetahuan, partisipasi, pengambilan keputusan, dan peluang ekonomi. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan dukungan institusional, hambatan sertifikasi, dan norma gender yang masih kuat, Karisma menunjukkan bahwa pertanian lestari dapat berkontribusi pada keberlanjutan ekologis sekaligus penguatan posisi perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pengetahuan lokal dan perspektif ekofeminisme dalam menghadapi krisis iklim serta memperkuat peran perempuan di sektor pertanian.

The climate crisis has increased the vulnerability of agricultural communities, particularly women farmers who often face unequal access to resources and decision-making. This study examines how sustainable agriculture practices implemented by the Karisma Women Farmers Group in Kulon Progo, Yogyakarta, function as both a climate adaptation strategy and a means of women's empowerment. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with members of the Karisma Women Farmers Group, representatives of Solidaritas Perempuan Kinasih, and supporting informants. The findings reveal that Karisma applies sustainable agriculture based on local knowledge through the use of local seeds, organic fertilizers, ecological pest control, and crop diversification. These practices enhance environmental sustainability, strengthen resilience to climate-related challenges, and reduce dependence on chemical inputs. In addition, the group serves as a collective space that expands women's access to knowledge, participation, decision-making, and economic opportunities. Despite challenges such as limited institutional support, certification barriers, and persistent gender norms, Karisma demonstrates how sustainable agriculture can contribute to both ecological sustainability and gender empowerment. This study highlights the significance of integrating local knowledge and ecofeminist perspectives in addressing climate change and strengthening women's roles in agriculture.

Kata Kunci : Krisis iklim, pertanian lestari, petani perempuan, ekofeminisme, pengetahuan lokal

  1. S1-2026-493863-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493863-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493863-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493863-title.pdf