Relasi Keagenan Pemerintah Republik Indonesia dengan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai Cagar Budaya
Muflih Hanif Syafrizal, Prof. Dr. Haryanto, M. A.
2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Keberadaan dan status Keraton Kasunanan Surakarta mengalami banyak perubahan sejak sebelum Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya hingga sekarang. Posisinya sebagai kawasan cagar budaya dan kehilangan status keistimewaan, membuat Keraton Kasunanan tidak memiliki utilitas lebih untuk mempertahankan eksistensinya kecuali mengandalkan bantuan Pemerintah Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaannya, Keraton Kasunanan cenderung mengalami hambatan akibat banyak faktor yang memengaruhi keberlangsungan pelestarian kebudayaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan agency theory yang memposisikan Pemerintah Indonesia sebagai principal dan Keraton Surakarta sebagai agent disertai asumsi tujuan pelestarian cagar budaya. Teori ini digunakan untuk melihat relasi keduanya berjalan dengan segala dinamika pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan konsep pendukung, yaitu konsep dualitas dalam structuration theory, penulis beranggapan relasi antara Pemerintah Indonesia dengan Keraton Kasunanan adalah relasi yang terjadi karena terbentuknya sebuah struktur, serta menempatkan structure dan agent dalam sebuah konsep dualitas. Dalam artian keduanya memiliki derajat yang sama dan dapat memengaruhi satu sama lain, sehingga memungkinkan untuk terjadi constrain atau enabling di dalam sebuah struktur.
Relasi principal terhadap agent untuk melestarikan cagar budaya keraton tidak berjalan secara maksimal karena munculnya agency problem. Terutama karena Surakarta kehilangan status keistimewaan yang menghilangkan privilese-nya dan konflik internal perebutan takhta Pakubuwono yang menciptakan dualisme kepemimpinan serta retaknya koordinasi internal keraton selama bertahun-tahun. Penulis juga memiliki keyakinan jika intervensi agent terhadap struktur tidak dapat disimpulkan secara singkat, mengingat agent memiliki banyak hambatan untuk melakukan constraining maupun enabling terhadap struktur.
Kata Kunci : Keraton Kasunanan, Principal-Agent, Cagar Budaya