Laporkan Masalah

Ekstraktivisme sebagai Ancaman bagi Perempuan Adat Papua: Perempuan Adat Mpur-Swuor

Gispa Ferdinanda Warijo, Dr. Rochdi Mohan Nazala

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini mengkaji dampak ekstraktivisme terhadap kehidupan dan peran politik perempuan adat Mpur-Swuor di Lembah Kebar, Papua Barat Daya, dengan berfokus pada ekspansi perkebunan jagung PT Bintuni Agro Prima Perkasa (PT BAPP). Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana ekstraktivisme dalam struktur kekuasaan patriarkal-kapitalistik mengancam akses perempuan adat terhadap tanah, sumber penghidupan, pengetahuan ekologis, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi pustaka, wawancara mendalam dengan perempuan adat, penggerak komunitas, dan fasilitator organisasi pendamping, serta observasi partisipatif selama tiga bulan tujuh hari di Lembah Kebar. Analisis menggunakan kerangka ekofeminisme yang dilengkapi perspektif Feminist Political Ecology untuk memahami hubungan antara eksploitasi alam, marginalisasi perempuan, dan agensi politik mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraktivisme tidak hanya menyebabkan kerusakan ekologis dan hilangnya akses terhadap tanah adat, tetapi juga melemahkan kemandirian ekonomi perempuan, mengancam keberlanjutan pengetahuan ekologis dan budaya, serta memperkuat eksklusi perempuan dari pengambilan keputusan. Kondisi tersebut mencerminkan relasi kuasa antara negara, korporasi, dan struktur adat patriarkal. Meskipun menghadapi berbagai hambatan struktural, perempuan Mpur-Swuor melakukan perlawanan melalui mobilisasi pengetahuan ekologis tradisional, aksi kolektif, advokasi, pengorganisasian komunitas, dan pengembangan inisiatif ekonomi berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlawanan perempuan adat Mpur-Swuor merupakan perjuangan politik untuk mempertahankan ruang hidup, hak atas tanah, dan keberlanjutan budaya. Pengakuan terhadap agensi politik serta pelibatan substantif perempuan adat dalam pengambilan keputusan merupakan prasyarat penting bagi

This study examines the impacts of extractivism on Mpur-Swuor Indigenous women in the Kebar Valley, Southwest Papua, focusing on the expansion of the maize plantation operated by PT Bintuni Agro Prima Perkasa (PT BAPP). It explores how extractivism within patriarchal-capitalist power structures threatens Indigenous women's access to customary land, livelihoods, ecological knowledge, and decision-making. This qualitative case study draws on a literature review, in-depth interviews with Indigenous women, community organizers, and facilitators from supporting organizations, as well as participant observation during three months and seven days of residence in the Kebar Valley. The analysis employs ecofeminism, complemented by Feminist Political Ecology, to examine the relationship between environmental exploitation, women's marginalization, and political agency. The findings reveal that extractivism not only causes ecological degradation and loss of access to customary land but also undermines women's economic autonomy, threatens Indigenous ecological knowledge and cultural continuity, and reinforces their exclusion from decision-making. These conditions reflect power relations among the state, corporations, and patriarchal customary structures. Despite structural barriers, Mpur-Swuor women resist through traditional ecological knowledge, collective action, advocacy, community organizing, and local resource-based economic initiatives. This study concludes that their resistance constitutes a political struggle to defend their living territories, land rights, and cultural continuity. Recognizing Indigenous women's political agency and ensuring their substantive participation in decision-making are essential to achieving ecological and gender justice.


Kata Kunci : Extractivism; Ecofeminism, Mpur-Swuor Indigenous Women, Ecological Resistance, Gender Justice.

  1. S1-2026-446090-abstract.pdf  
  2. S1-2026-446090-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-446090-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-446090-title.pdf