Laporkan Masalah

BARA YANG TAK KUNJUNG PADAM: Dinamika Perlawanan Masyarakat Lokal terhadap Dampak Ekologis PLTU di Indramayu, Jawa Barat

Takhfa Rayhan Fadhilah, Dr. Wawan Mas'udi, S.I.P.,M.P.A.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Indonesia merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik tujuan tersebut, pembangunan PLTU juga memunculkan berbagai persoalan sosial dan ekologis, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah proyek. Salah satu kasus yang memperlihatkan kondisi tersebut adalah pembangunan PLTU di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang memunculkan konflik berkepanjangan antara negara, korporasi, dan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa dalam pembangunan PLTU membentuk dinamika resistensi masyarakat lokal terhadap pembangunan PLTU di Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Ekologi Politik untuk menganalisis relasi kuasa yang melatarbelakangi konflik serta Political Opportunity Structure untuk menjelaskan dinamika perkembangan gerakan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data kemudian diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap masyarakat lokal dan NGO serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan PLTU di Indramayu menghasilkan ketimpangan distribusi manfaat dan beban pembangunan, di mana negara dan korporasi memperoleh manfaat dari penyediaan energi nasional, sementara masyarakat lokal menanggung dampak berupa pencemaran lingkungan, alih fungsi lahan, penurunan kualitas kesehatan, serta hilangnya ruang hidup dan mata pencaharian. Kondisi tersebut melahirkan berbagai bentuk resistensi masyarakat yang berkembang melalui pemafaatan peluang politik, pembentukan jaringan advokasi, pembingkaian isu keadila lingkungan, serta bergabai bentuk aksi kolektif.

The construction of coal-fired power plants (PLTU) in Indonesia is part of the government’s strategy to meet national energy needs and drive economic growth. However, behind these objectives, the construction of coal-fired power plants has also raised various social and ecological issues, particularly for communities living near project sites. One case that illustrates this situation is the construction of a coal-fired power plant in Indramayu Regency, West Java, which has sparked a protracted conflict between the state, corporations, and local communities. This study aims to analyze how power relations in the construction of coal-fired power plants shape the dynamics of local community resistance to the project in Indramayu. This study employs a Political Ecology approach to analyze the power relations underpinning the conflict, as well as the Political Opportunity Structure to explain the dynamics of the development of the community’s social movement. The study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with local communities and NGOs, and a literature review. The results show that the construction of the coal-fired power plant in Indramayu has led to an unequal distribution of the benefits and burdens of development, in which the state and corporations reap the benefits of national energy supply, while local communities bear the impacts in the form of environmental pollution, land use conversion, declining health, and the loss of living space and livelihoods. These conditions have given rise to various forms of community resistance, which have developed through the utilization of political opportunities, the formation of advocacy networks, the framing of environmental justice issues, and various forms of collective action.

Kata Kunci : Ekologi Poltik, Political Opportunity Structure, Resistensi Masyarakat, PLTU Indramayu, Gerakan Sosial, Keadilan Lingkungan.

  1. S1-2026-505175-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505175-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505175-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505175-title.pdf