Laporkan Masalah

Risiko Produksi Usaha Tani Bawang Merah Lahan Pasir Pantai di Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul

Devin Leila Shafi Maheswari, Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tren penurunan produksi bawang merah di wilayah penelitian serta karakteristik lahan pasir pantai yang tergolong lahan marginal sehingga berpotensi meningkatkan risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah; (2) tingkat risiko produksi bawang merah; (3) faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi usaha tani bawang merah lahan pasir pantai di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada musim tanam III atau Juni-September 2025. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 petani responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi bawang merah, koefisien variasi (CV) untuk mengukur tingkat risiko produksi bawang merah, dan persamaan regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS) dengan fungsi risiko produksi Just & Pope untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang memengaruhi risiko produksi bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bibit, tenaga kerja, dan pupuk kandang berpengaruh positif signifikan terhadap produksi, sedangkan pupuk NPK dan pupuk ZA berpengaruh negatif signifikan; (2) tingkat risiko produksi tergolong rendah dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,46; (3) bibit dan pupuk ZA merupakan faktor peningkat risiko (risk increasing factor), sedangkan pestisida merupakan faktor penurunan risiko (risk decreasing factor).

This study was motivated by declining production trend of shallots in the research area and the marginal characteristics of coastal sandy land which potentially increase production risk, This study aims to analyze : (1) the factors influencing shallot production; (2) the level of shallot production risk; (3) the factors influencing the production risk of shallot farming on coastal sandy land in Kretek Subdistrict, Bantul Regency. The research location was determined purposively in Parangtritis Village, Kretek Subdistrict, Bantul Regency during the third planting season or June-September 2025. The sample was determined using the purposive sampling method with a total of 48 farmer respondents. Data were analyzed using multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method based on the Cobb-Douglas production function to identify the production factors influencing shallot production, the coefficient of variation (CV) to measure the level of shallot production risk, and multiple linear regression with the OLS method based on the Just & Pope production risk function to identify the production factors influencing shallot production risk. The results show that: (1) seed, labor, and manure had a significant negative effect; (2) the level of production risk was categorized as low with a coefficient of variation (CV) of 0.46; (3) seed and ZA fertilizer act as risk increasing factors, while pesticide acts as a risk decreasing factor.

Kata Kunci : bawang merah, lahan pasir pantai, risiko produksi, fungsi produksi Cobb-Douglas, koefisien variasi, fungsi risiko Just & Pope

  1. S1-2026-503500-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503500-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503500-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503500-title.pdf