Adaptasi Kebijakan Global 100 Resilient Cities dalam Strategi Ketahanan Kota Jakarta: Analisis Transfer Kebijakan dan Implikasinya terhadap Urban Socio-Ecological Resilience
Clarisa Aisyah Sendy, Dr. Ambar Widaningrum, M.A.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini menganalisis proses transfer dan adaptasi City Resilience Strategy (CRS) Jakarta dari kerangka 100 Resilient Cities (100RC), faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya terhadap ketahanan sosio-ekologis perkotaan (Urban Socio-Ecological Resilience/USER). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan telaah literatur, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan kerangka transfer kebijakan Minkman et al. (2018) dan kerangka Urban Socio-Ecological Resilience (USER). Proses transfer berlangsung secara sukarela dan menunjukkan karakteristik pembelajaran yang dalam penelitian ini disebut sebagai pola voluntary learning, dengan bentuk adaptasi yang menunjukkan karakteristik hybridization. Proses tersebut didukung oleh fleksibilitas CRF, hubungan sukarela dengan 100RC, desain proses yang partisipatif, serta kemampuan aktor lokal dalam menerjemahkan strategi, tetapi menghadapi keterbatasan berupa fragmentasi kelembagaan, dinamika kepemimpinan, keterbatasan kapasitas sistem dan data, serta belum kuatnya keberlanjutan struktur koordinasi. Pada dimensi ekologis, orientasi terhadap fungsi ekologis telah terlihat, tetapi diversity dan redundancy respons kebijakan masih bersifat parsial. Pada dimensi sosial, adaptive capacity dan jejaring sosial lebih menonjol dibandingkan partisipasi substantif dan mekanisme umpan balik. Pada dimensi kelembagaan, penguatan lebih terlihat pada koordinasi lintas sektor dan pembelajaran kebijakan dibandingkan keberlanjutan kelembagaan dan mekanisme revisi adaptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus Jakarta sebagai kota Global South, kerangka resiliensi global diterjemahkan melalui proses hybridization, sementara pelembagaan hasil adaptasi masih menghadapi keterbatasan dalam membangun kapasitas kelembagaan yang berkelanjutan.
Penelitian ini menganalisis proses transfer dan adaptasi City Resilience Strategy (CRS) Jakarta dari kerangka 100 Resilient Cities (100RC), faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya terhadap ketahanan sosio-ekologis perkotaan (Urban Socio-Ecological Resilience/USER). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan telaah literatur, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan kerangka transfer kebijakan Minkman et al. (2018) dan kerangka Urban Socio-Ecological Resilience (USER). Proses transfer berlangsung secara sukarela dan menunjukkan karakteristik pembelajaran yang dalam penelitian ini disebut sebagai pola voluntary learning, dengan bentuk adaptasi yang menunjukkan karakteristik hybridization. Proses tersebut didukung oleh fleksibilitas CRF, hubungan sukarela dengan 100RC, desain proses yang partisipatif, serta kemampuan aktor lokal dalam menerjemahkan strategi, tetapi menghadapi keterbatasan berupa fragmentasi kelembagaan, dinamika kepemimpinan, keterbatasan kapasitas sistem dan data, serta belum kuatnya keberlanjutan struktur koordinasi. Pada dimensi ekologis, orientasi terhadap fungsi ekologis telah terlihat, tetapi diversity dan redundancy respons kebijakan masih bersifat parsial. Pada dimensi sosial, adaptive capacity dan jejaring sosial lebih menonjol dibandingkan partisipasi substantif dan mekanisme umpan balik. Pada dimensi kelembagaan, penguatan lebih terlihat pada koordinasi lintas sektor dan pembelajaran kebijakan dibandingkan keberlanjutan kelembagaan dan mekanisme revisi adaptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus Jakarta sebagai kota Global South, kerangka resiliensi global diterjemahkan melalui proses hybridization, sementara pelembagaan hasil adaptasi masih menghadapi keterbatasan dalam membangun kapasitas kelembagaan yang berkelanjutan.
Kata Kunci : transfer kebijakan, adaptasi kebijakan, 100 Resilient Cities, ketahanan sosio-ekologis perkotaan, DKI Jakarta