Laporkan Masalah

Kualitas Claude AI dalam Penerjemahan Teks Fiksi Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia

Ridho Alfadri, Dra. Uswatun Hasanah, M.A.

2026 | Skripsi | SASTRA ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas terjemahan Claude AI atas teks fiksi berbahasa Arab, yaitu enam cerpen dalam antologi Hams an-Nujum karya Naj?b Ma?f??, ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan model penilaian kualitas terjemahan Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono (2012) yang mencakup aspek keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat (simak-catat) dengan penentuan sampel secara purposive sampling. Penilaian dilakukan dengan membandingkan terjemahan Claude AI dengan terjemahan profesional Muasomah dan terjemahan harfiah pada aspek keakuratan, kemudian memberikan skor 1 sampai 3 pada setiap aspek dengan pembobotan 3:2:1. Penyajian hasil analisis menggunakan metode formal dan informal.

Berdasarkan hasil analisis, Claude AI memperoleh rata-rata skor keakuratan 2,61, keberterimaan 2,74, dan keterbacaan 2,88, dengan rata-rata nilai kualitas keseluruhan 2,70 dari skala 3 yang dibulatkan menjadi 3. Pada aspek keakuratan, 71 data (68,3%) tergolong akurat, 25 data (24,0%) kurang akurat, dan 8 data (7,7%) tidak akurat. Pada aspek keberterimaan, 81 data (77,9%) tergolong berterima, 19 data (18,3%) kurang berterima, dan 4 data (3,8%) tidak berterima. Pada aspek keterbacaan, 94 data (90,4%) memiliki tingkat keterbacaan tinggi, 7 data (6,7%) sedang, dan 3 data (2,9%) rendah. Secara keseluruhan, terjemahan Claude AI tergolong berkualitas, yaitu akurat, berterima, dan memiliki keterbacaan tinggi, dengan keunggulan utama pada aspek keterbacaan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan, yaitu kesalahan dalam memahami konteks dan rujukan kata, kecenderungan menggeneralisasi atau membiarkan istilah kultural-religius, serta kecenderungan menerjemahkan secara terlalu literal. Dengan demikian, Claude AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penerjemahan teks fiksi Arab–Indonesia yang andal, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan peran penerjemah manusia sehingga tetap memerlukan penyuntingan pasca terjemah (post-editing).

This study aims to analyze the translation quality of Claude AI in rendering Arabic fiction texts, namely six short stories from the anthology Hams an-Nujum by Naj?b Ma?f??, into Indonesian. The study uses the translation quality assessment model of Nababan, Nuraeni, and Sumardiono (2012), which includes the aspects of accuracy, acceptability, and readability. This research adopts a descriptive qualitative method, with data collected through reading and note-taking techniques and samples determined by purposive sampling. The assessment was carried out by comparing Claude AI’s translation with Muasomah’s professional translation and a literal translation on the accuracy aspect, then assigning scores from 1 to 3 to each aspect with a weighting of 3:2:1. The results of the data analysis are presented using formal and informal methods.


Based on the results of the analysis, Claude AI obtained an average accuracy score of 2.61, acceptability of 2.74, and readability of 2.88, with an overall translation quality value of 2.70 out of 3, which is rounded to 3. In the aspect of accuracy, 71 data (68.3%) are classified as accurate, 25 data (24.0%) as less accurate, and 8 data (7.7%) as inaccurate. In the aspect of acceptability, 81 data (77.9%) are classified as acceptable, 19 data (18.3%) as less acceptable, and 4 data (3.8%) as unacceptable. In the aspect of readability, 94 data (90.4%) have a high readability level, 7 data (6.7%) have a medium level, and 3 data (2.9%) have a low level. Overall, Claude AI ’s translation is of good quality, that is, accurate, acceptable, and highly readable, with its main strength lying in readability. Nevertheless, several weaknesses were identified, namely errors in understanding context and word reference, a tendency to generalize or leave cultural-religious terms untranslated, and a tendency toward overly literal translation. Thus, Claude AI can be used as a reliable aid in translating Arabic–Indonesian fiction texts, but it cannot yet fully replace the role of the human translator and therefore still requires post-editing.

Kata Kunci : kualitas terjemahan, Claude AI, Bisik Bintang, Nababan Nuraeni dan Sumardiono

  1. S1-2026-505578-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505578-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505578-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505578-title.pdf