Laporkan Masalah

Mengungkap Faktor Deindustrialisasi di Indonesia: Analisis Vector Error Correction Model Tahun 1985-2024

Muhammad Azharudin, Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec., GRCE

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Indonesia mengalami deindustrialisasi prematur yang ditandai oleh penurunan rasio nilai tambah manufaktur terhadap PDB dari puncak 31,95 persen pada tahun 2002 menjadi 18,98 persen pada tahun 2024 pada tingkat pendapatan per kapita yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pengalaman historis negara-negara yang mengalami fenomena yang sama. Penelitian ini menganalisis keterkaitan jangka panjang (kointegrasi), dinamika penyesuaian jangka pendek, dan pola hubungan kausal antara rente sumber daya alam, produktivitas tenaga kerja manufaktur, nilai tukar efektif riil dan keterbukaan perdagangan terhadap pangsa sektor manufaktur Indonesia periode 1985-2024. Menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan 40 observasi tahunan, hasil penelitian mengonfirmasi gejala deindustrialisasi dari mekanisme ketergantungan terhadap SDA dan keterbukaan perdagangan internasional dalam jangka panjang, serta mekanisme Kaldor-Verdoorn melalui produktivitas tenaga kerja yang dominan dalam jangka pendek. Sementara itu, kausalitas Granger menyatakan bahwa variabel nilai tambah manufaktur adalah variabel terpengaruh dalam sistem persamaan dan produktivitas tenaga kerja berperan sebagai variabel hulu yang memengaruhi dinamika nilai tukar efektif dan perdagangan internasional.


Indonesia is experiencing premature deindustrialization characterized by a decline in the ratio of manufacturing value added to GDP from a peak of 31.95 percent in 2002 to 18.98 percent in 2024, at a per capita income level much lower than the historical experience of countries experiencing the same phenomenon. This study analyzes the long-term linkages (cointegration), short-term adjustment dynamics, and causal relationship patterns between natural resource rents, manufacturing labor productivity, the real effective exchange rate, and trade openness to the share of Indonesia's manufacturing sector for the period 1985-2024. Using a Vector Error Correction Model (VECM) with 40 annual observations, the results confirm the symptoms of deindustrialization from the mechanism of dependence on natural resources and international trade openness in the long run, as well as the Kaldor-Verdoorn mechanism through dominant labor productivity in the short run. Meanwhile, Granger causality states that the variable of manufacturing value added is an affected variable in the system of equations, and labor productivity plays a role as an upstream variable that influences the dynamics of the effective exchange rate and international trade.

Kata Kunci : Deindustrialisasi, Analisis VECM, Transformasi Ekonomi, Nilai Tambah Manufaktur, Indonesia

  1. D4-2026-492805-abstract.pdf  
  2. D4-2026-492805-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-492805-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-492805-title.pdf