Laporkan Masalah

Audit keuangan dan kinerja untuk Program-program di daerah darurat

LIZA, Prima, Dr. Indra Bastian, MBA

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Pada tanggal 26 Desember 2004 beberapa negara di wilayah lautan Pasifik dihantam oleh bencana tsunami. Indonesia, khususnya Nanggroe Aceh Darussalam menderita kerugian paling banyak. Bencana tersebut menggugah banyak pihak untuk memberikan bantuan. Mereka memberikan sumbangan dana bantuan untuk programprogram rehabilitasi dan rekonstruksi. Program-program tersebut melibatkan uang dalam jumlah yang besar. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) diberi mandat untuk melakukan audit atas program-program tersebut. Internship ini membahas tentang bagaimana pengaruh kondisi darurat terhadap audit dan pelaksanaan auditnya. Internship ini juga membahas tentang resiko audit, sampel audit, program audit, kertas kerja audit, dan pelatihan yang dibutuhkan sehubungan dengan audit untuk program-program di daerah darurat. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar ke auditor BPK RI. Informasi juga diperoleh melalui studi literatur dan sumber-sumber dari internet. Kesimpulan dari internship ini menjabarkan tentang kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi dalam melaksanakan audit. Selain itu diperoleh kesimpulan bahwa resiko audit dan sampel audit untuk program-program di daerah darurat lebih besar dari audit pada umumnya dan hal ini berpengaruh pada penyusunan program audit. Kondisi di daerah bencana menyebabkan auditor harus memiliki keahlian dan pengetahuan yang memadai. Keahlian dan pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui pelatihan yang direkomendasikan.

On December 26, 2004 many countries in Pacific Ocean hit by a huge natural disaster that is tsunami. Indonesia, especially Nanggroe Aceh Darussalam suffered the worst impact of the disaster. That disaster encouraged many parties in the world to participate in over healing the impact of tsunami. They gave their support in form of relief fund for rehabilitation and reconstruction programs on the emergency area. The programs involved a great number of money. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) has been mandated to conduct the audit for those programs. This internship is about how the effect of the condition in emergency areas on the audit and how to conduct the audit for programs in emergency areas. It discusses about audit risk, audit sample, audit program, audit working paper, and training needed related to audit for programs in emergency areas. Data was obtained through questionnaire that spread to the auditors of BPK RI. Some information were obtained through literature review and internet resources. The conclusion of this internship describes the difficulties that could be faced by the auditor. It also explains that audit risk and audit sample for programs in emergency areas is bigger than regular audit. A proposed audit program has been compiled. The condition in emergency areas makes the auditors should have adequate skill and knowledge. Those skill and knowledge could be achieved trough training recommended.

Kata Kunci : Audit Keuangan,Kinerja Program,Daerah Darurat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.