Pola Spasiotemporal Perubahan Penggunaan Lahan Di Pulau Vulkan Ternate Provinsi Maluku Utara
Kusrini, Dr. Andri Kurniawan, S.SIi., M.Si.
2026 | Disertasi | S3 Geografi
Penggunaan lahan merupakan
salah satu bagian utama di permukaan bumi yang selalu mengalami perubahan
terutama akibat dari berbagai aktivitas manusia. Setiap perubahan penggunaan lahan selalu
menunjukkan variasi karakteristik spasial dan temporal di wilayah morfologi
tertentu. Pulau Ternate merupakan wilayah yang memiliki karakteristik spesifik
karena ketersedian lahan datar yang terbatas dan sangat dipengaruhi aktivitas
kegunungapian. Perkembangan Pulau Ternate termasuk pesat karena
dipengaruhi oleh keberadaan pusat-pusat aktivitas perkotaan dan terjadi
peningkatan infrastruktur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
menganalisis bentuk penggunaan lahan untuk periode tahun 2015-2024, (2)
mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan di Pulau Ternate, (3) mengkaji
pola spasiotemporal persebaran transisi penggunaan lahan yang berbasiskan
penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode ekstraksi informasi
penggunaan lahan untuk penelitian ini adalah teknik interpretasi citra Landsat
8 OLI, yang secara digital melalui klasifikasi maximum likelihood. Analisis
terhadap laju dinamika penggunaan lahan diukur berdasarkan pengintegrasian
indeks dinamika relatif dan kombinasi linier dari berbagai faktor pendorong dan
faktor pembatas serta tingkat kemampuan fisikal lahannya. Penentuan pola
spasiotemporal terhadap persebaran transisi penggunaan lahan dilakukan dengan
pemodelan Regresi Geografis Tertimbang (GWR) dan uji Moran’s I.
Hasil penelitian menunjukkan
proporsi luasan penggunaan lahan vegetasi campuran pada dua periode (2015-2020
dan 2020-2024) sangat dominan luasannya yaitu sebesar 950,87 ha dan 577,77 ha
meskipun diperiode kedua terjadi penyusuatan luasannya. Luas perubahan
penggunaan lahan tipe kebun campur untuk masing-masing dua periode waktu adalah
sebesar 706,56 ha dan 643,20 ha. Dinamika laju transisi penggunaan lahan kebun
campur (0,50), lahan terbuka (0,31) dan semak belukar (0,31) dapat
mengindikasikan sebagai nilai indeks dinamika relative yang lebih tinggi
dibandingkan delapan tipe penggunaan lahan lainnya. Indeks dinamika
komprehensif dari intensitas perubahan penggunaan lahan antara dua periode,
menunjukkan angka tidak terlalu timpang sebesar 0,05 dan 0,04. Laju transisi
penggunaan lahan banyak mengalami persebaran secara aktif di morfologi lereng
kaki Pulau Ternate. Pola persebaran transisi penggunaan lahan di wilayah pulau
vulkan tampak terdistribusi secara konsentris dan radial serta bergantung pada
situasi amplitudo relief permukaan.
Land use is a primary feature
of the Earth's surface, constantly undergoing change-largely driven by various
human activities. Any shift in land use invariably exhibits variations in
spatial and temporal characteristics within a given morphological region.
Ternate Island possesses unique characteristics, defined by a limited
availability of flat land and a landscape heavily influenced by volcanic
activity. The island has experienced rapid development, spurred by the presence
of urban activity hubs and significant expansion in infrastructure. This
research aims to: (1) analyze land use patterns for the 2015–2024 period; (2)
examine the dynamics of land use change on Ternate Island; and (3) investigate
the spatiotemporal patterns of land use transitions, utilizing remote sensing
and geographic information systems (GIS). The method for extracting land use
information in this study involves the interpretation of Landsat 8 OLI imagery,
performed digitally via maximum likelihood classification. The rate of land use
dynamics is analyzed by integrating a relative dynamics index with a linear
combination of various driving forces, limiting factors, and the physical
capability of the land. The spatiotemporal patterns of land use transitions are
determined through Geographically Weighted
Regression (GWR) modeling and the Moran’s I test. The research results indicate
that the area covered by mixed vegetation is highly dominant, spanning 950.87
hectares and 577.77 hectares across the two periods (2015–2020 and 2020–2024),
respectively, although a reduction in its extent occurred during the second
period. The area of land use change categorized as "mixed gardens"
(agroforestry/mixed cultivation) amounted to 706.56 hectares and 643.20
hectares for the two respective periods. The transition dynamics for mixed
gardens (0.50), barren land (0.31), and shrubland (0.31) represent higher relative
dynamic index values compared to the other eight land use types. The
comprehensive dynamic index for the intensity of land use change between the
two periods shows relatively balanced figures of 0.05 and 0.04. Land use
transitions are actively distributed across the footslope morphology of Ternate
Island. The pattern of these land use transitions on the volcanic island
appears to be distributed concentrically and radially, influenced by the
amplitude of the surface relief.
Kata Kunci : penggunaan lahan, transisi penggunaan lahan, pola spasiotemporal,land use, land-use transition, spatiotemporal patterns.